Banjir Jakarta, Antara Janji, Kesombongan dan Azab

Setiap hari setiap waktu
Akhir ini sering mendapat khabar

Dari sanak keluarga
Dari handai toulan

Yang tinggal di Jakarte
Eh Jakarta

Banjir masih menghantui
Aktivitas jadi terhambat

Banjir mengakibatkan macet
Banjir mengakibatkan penyakit
Banjir menyebabkan alat-alat rusak

Kasihan oh kasihan
Menderita oh menderita

Lebih aneh lagi
Ada gubernurnya yang sesumbar

Bahwa tidak akan terjadi banjir
Bahkan nantangin hujan besar

Eh sekarang banjir
Sudah lihat khan?

Dulu katanya
Banjir masalah gampang

Janji manis
Janji selangit

heheheehe kenyataan sekarang gimana
Teman-teman kami sengsara

Tapi biarlah
Anggap saja ini salah kami

Kami yang salah
Salah pikir
Salah sikap
Salah pilih

Kami aja yang salah ya
Harusnya kami

Gimana ya
Ada apa ya


Saran lewat puisi

Ayo diskusi, ada pertanyaan dan saran?