Pantun Melayu Riau

Suku Melayu Riau sebagian besar berada di Provinsi Riau dan Provinsi Riau Kepulauan dan mempunyai kebudayaan dan sastra sendiri.

Mereka mempunyai kebiasaan dan adat yang dijaga turun temurun. Salah satunya adalah Pantun Melayu Riau.

Orang Melayu Riau banyak berada di Provinsi Riau yaitu di: Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir,

Kota Dumai, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, dan. Kabupaten Indragiri Hilir.

Juga ada di Provinsi Riau Kepulauan yaitu di: Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun,

Kabupaten Kepulauan Anambas, kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kota Batam, dan Kota Tanjung Pinang

Berikut adalah kumpulan beberapa Pantun Melayu Riau, yang dilantunkan dalam bahasa Melayu Riau:

Pak Topik menjahitnya kopiah
Kopiah dijahit Beldu yang utuh
Wabillahi taufik walhidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kerajaan jadi penuntun
Masyarakat jadi penopang
Abang bukan si keong racun
Tapi hanya si Tokek Belang

Maksud hati hendak membelat
Belat tersangkut si ikan jejo
Kalau cinta sudah melekat
Air asin terasakan payo

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri

Wahai ananda dengarlah manat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat

Ditutuah buluah botuang badotak-dotak
Ayam bakukuak di bawah dapuar
Sangek baruantuang urang pokak
Mariam babunyi enyo tatiduar

Nenek lentik pintar menari.
Tiada lelah macam Mak Lampir
Wajah adek terlihat cantik malam ini
Abang mau pinjam uang untuk traktir

Asalnya sembilu dari buluh
Jika dianyam jadikan tampian
Kami menyusun jarinya sepuluh
Salah dan silaf mohonlah dimaafkan