Ahmadun Yosi Herfanda (Sastrawan dan Pujangga)

Tim indoSastra

Profil sastrawan ini data awalnya diambil dari lembaga pemerintahan Indonesia, ini berdasarkan “Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik”Data tersebut kemudian diolah supaya lebih mudah dibaca.

Ahmadun Yosi Herfanda dikelompokkan sebagai Sastrawan Angkatan 1980 – 1990 an.

Sastrawan ini lahir di Kaliwungu, Kendal, 17 Januari 1958, Provinsi  Jawa Tengah.

Riwayat pendidikan yang berhasil dicatat adalah sebagai alumnus FPBS IKIP Yogyakarta, S-1 pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS IKIP Yogyakarta (1986) d

an S-2 Jurusan Magister Teknologi Informasi di Universitas Paramadina Mulia, Jakarta (2004).

Ahmadun pernah aktif sebagai pengurus Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Pernah juga menjadi Ketua III Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia (HISKI, 1993-1995) dan ketua Presidium Komunitas Sastra Indonesia (KSI, 1999-2002).

Disamping itu, ia juga menjadi anggota Dewan Penasihat dan (kini) anggota Mejelis Penulis Forum Lingkar Pena (FLP).

Lalu pada tahun 2006 terpilih menjadi anggota DKJ, tetapi kemudian mengundurkan diri.

Sehari-hari kini ia bekerja sebagai redaktur sastra harian umum Republika Jakarta.

Ahmadun banyak menulis puisi, cerpen, esai, dan kolom.

Karyanya dipublikasikan di berbagai media sastra dan antologi puisi diterbitkan di dalam dan luar negeri, antara lain, Horison,

Ulumul Qur’an, Kompas, Media Indonesia, Republika, Bahana (Brunei), antaologi puisi Secreets Need Words (Harry Aveling, ed, Ohio University, USA, 2001),

Waves of Wonder (Heather Leah Huddleston, ed, The International Library of Poetry, Maryland, USA, 2002),

jurnal Indonesia and The Malay World (London, Ingris, November 1998), dan The Poets’ Chant (The Literary Section, Committee of The Istiqlal Festival II, Jakarta, 1995).

Beberapa kali sajaknya dibahas dalam “Sajak-Sajak Bulan Ini Radio Suara Jerman” (Deutsche Welle).

Ahmadun sering diundang untuk menjadi pembicara dalam berbagai diskusi dan seminar sastra nasional dan internasional.

Hingga pada tahun 1998 ia membacakan sajaknya dalam Festival Kesenian Perak di Ipoh, Malaysia.

Tahun 1997 ia menjadi pembicara dalam Pertemuan Sastrawan Nusantara (PSN) IX Padang.

Tahun 1999 ia mengikuti PSN X di Johor Baharu, Malaysia, dan menjadi pembicara pada Pertemuan Sastrawan Muda Nusantara Pra-PSN di Malaka.

Tahun 2002 ia menjadi pembicara dan membacakan sajaknya dalam festival kesenian Islam di Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir.

Agustus 2003 ia diundang untuk membacakan sajaknya dalam simposium penyair The International Society of Poets di New York, AS.

September 2004 menjadi pembicara dalam PSN XIII di Surabaya. Oktober 2006 ia membacakan sajaknya dalam International Poetry Festival di Taman Budaya Palembang dan Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Maret 2007 ia menjadi pembicara utama dan membacakan sajaknya dalam The 1st International Poetry Gathering di Medan.

Sekarnag Ahmadun tinggal di Vila Pamulang Mas Blok L3 No. 9, Pamulang, Ciputat 15415, Indonesia. Email: ahmadun21@yahoo.com, telepon: 0217444765; Mobile: 081315382096

Karya-karya Ahmadun Yosi Herfanda

a. Puisi

  1. Sang Matahari (puisi, Nusa Indah, Ende, 1984)
  2. Sajak Penari (puisi, Masyarakat Poetika Indonesia, Yogyakarta, 1991)
  3. Fragmen-Fragmen Kekalahan (puisi, Penerbit Angkasa, Bandung, 1996)
  4. Sembahyang Rumputan (Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta, 1996)
  5. Ciuman Pertama untuk Tuhan (puisi dwibahasa, Logung Pustaka, 2004)
  6. The Worshipping Grass (puisi dwibahasa, Bening Publishing, Jakarta, 2005)

b. Cerpen

  1. Sebelum Tertawa Dilarang (Balai Pustaka, Jakarta, 1997)
  2. Sebutir Kepala dan Seekor Kucing (Being Publishing, 2004)
  3. Badai Laut Biru (Senayan Abadi Publishing, Jakarta, 2004)

Buku barunya yang sedang dalam proses terbit, antara lain “Resonansi Indonesia” (kumpulan puisi), “Kolusi” (kumpulan cerpen) dan Koridor yang Terbelah (kumpulan esai).

Salah satu cerpennya yang berjudul Sebutir Kepala dan Seekor Kucing memenangkan salah satu penghargaan dalam Sayembara Cerpen Kincir Emas 1988 Radio Nederland (Belanda)

dan dibukukan dalam Paradoks Kilas Balik (Radio Nederland, 1989). Tahun 1997 ia meraih penghargaan tertinggi dalam Peraduan Puisi Islam MABIMS (forum informal Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura).

Sumber: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan