Diah Hadaning (Sastrawan dan Pujangga)

Tim indoSastra

Diah Hadaning dikelompokkan sebagai Sastrawan Angkatan 1980 -1990 – an.

Sastrawati dan penyair produktif ini lahir pada tanggal 4 Mei 1940 di Jepara, Jawa Tengah.

Pendidikan terakhir yang pernah ditempuh oleh Diah Hadaning adalah PSA Semarang.

  • Atas AsliMinang

    ~~~~~~~
    Sastrawan Hebat Banyak Berasal dari Minangkabau Sumatera Barat, begini generasi mereka kini
    ~~~~~
  • ~

Sejak puisi pertamanya dimuat di Harian Simfoni pada tahun 1973, ia rajin berkarya.

Bermukim di berbagai kota mulai dari Yogyakarta, Semarang, dan Kota Jakarta.

Pengalaman kerja adalah pernah bekerja di Perwakilan Departemen Sosial, Semarang.

Pernah juga mengajar dan jadi guru di Sekolah Tuna Netra, Semarang.

Menjadi redaktur mingguan Swadesi di Jakarta (1987-1998), namun koran itu berhenti terbit pada 1999.

Disamping itu, Diah Hadaning juga  menjadi penulis dalam bahasa daerah (Jawa) berupa gurit (puisi), cerkak (cerpen) dan naskah lakon tradisional.

Dia juga mendirikan Komunitas Sastra Indonesia pada tahun 1996.

Serta membangun ’Warung Sastra Diha’, yaitu sebuah komunitas dialog jarak jauh yang melayani berbagai ‘urusan hidup‘ khususnya sastra.

Warung tersebut masih tetap eksis sampai saat ini.

Penghargaan yang diraih:

  1. Hadiah Gapena dari negeri jiran Malaysia, pada tahun 1980, atas Manuskrip Surat dari Kota yang memuat 100 puisi
  2. penghargaan dari Yayasan Ebony yang diketuai oleh Ibu Pertiwi Hasan (2003), atas puisinya tentang pelestarian hutan mendapatkan
  3. Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai “Penulis antologi Puisi Tertebal pada Usia Tertua, 700 Halaman pada Usia 70 Tahun” .

Karya-karya Diah Hadaning:

  1. Proses Kreatifku dalam Pesona Etika-Estetika dan Mistika (buku)
  2. Surat dari Kota, Ballada Sebuah Nusa (Kumpulan sajak, 1979)
  3. Kabut Abadi (Kumpulan sajak, bersama I Gusti Putu Bawa Samar Gantang, 1979), 
  4. Jalur-Jalur Putih (Kumpulan sajak, 1980)
  5. Pilar-Pilar (Kumpulan sajak, bersama Putu Arya Tirtawirya, 1981)
  6. Kristal-Kristal (Kumpulan sajak, bersama Dinullah Rayes, 1982)
  7. Nyanyian Granit-Granit (Kumpulan sajak, 1983)
  8. Balada Sarinah (Kumpulan sajak, 1985)
  9. Sang Matahari (Kumpulan sajak, 1986)
  10. Nyanyian Hening Senja Kala (Kumpulan sajak, bersama Rita Oetoro, 1996), 
  11. Gong Bolong (Kumpulan sajak, bersama para penyair Depok, 2008)

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat.