Hasan Alwi (Sastrawan dan Pujangga)

Tim indoSastra

Profil sastrawan ini data awalnya diambil dari lembaga pemerintahan Indonesia, ini berdasarkan “Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik”Data tersebut kemudian diolah supaya lebih mudah dibaca.

Hasan Alwi  dikelompokkan sebagai Sastrawan Angkatan 1990 an.

Sastrawan ini dilahirkan pada tanggal 14 Juli 1940 di Talaga, Cirebon, Jawa Barat.

Riwayat pendidikan beliau dimulai dari sekolah rakyat dan tamat tahun 1952, kemudian SMP negeri dan lulus tahun 1955, dan SGB tamat tahun 1956, semuanya ditempuh di Majalengka.

Setela itu beliau melanjutkan pendidikannya di SMA Taman Siswa, Bogor, tahun 1962.

Pada tahun 1971 ia menyelesaikan pendidikan sarjana S-1 Jurusan Bahasa Prancis, IKIP Jakarta (sekarang UNJ).

Gelar akademiknya tertinggi diperoleh pada tahun 1990 dalam Program Doktor Bidang Linguistik, Universitas Indonesia.

Pernah juga beliau mengikuti pendidikan Centre de Linguistique Appliquée, Faculté de Lettres, Université de Besançon, Prancis (1973—1974),

Post Graduate Training Programme for General and Austronesian Linguistics, Rijksuniversiteit, Leiden (1979—1980),

dan Johann Wolfgang Goethe Universitat, Frankfurt (1986/1987).

Beliau dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama Islam. Hingga pada tahun 2000 bersama istrinya menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekah.

Hasan Alwi mempunyai empat orang anak.

Pengalaman kerja Hasan Alwi diawali dengan menjadi guru SD di Banjaran, Talaga (1956–1959); di Ciheuleut, Bogor (1959–1962); dan di Jakarta (1962–1965).

Disamping itu beliau juga menjadi guru Bahasa Prancis pada SMA IPPI Jakarta, SMA Wedha Jakarta,

SMA Santa Ursula II Jakarta, SMA Proyek Perintis Sekolah Pembangunan IKIP Jakarta (1965–1969).

Beliau juga mengajar bahasa Prancis pada Akademi Bahasa Asing, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1966-1978),

pada Djakarta Academy of Languages, Jakarta (1966–1979), pada Pusat Kebudayaan Prancis, Jakarta (1972–1986).

Selain itu, ia pernah menjadi redaksi/penyiar pada Seksi Prancis, Siaran Luar Negeri, RRI Jakarta (1964–1973).

Hingga pada tahun 1978 Hasan Alwi bekerja di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (sekarang Pusat Bahasa), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pembantu pimpinan.

Jabatan struktural yang pernah dipegang Hasan Alwi diawalinya ketika ia diangkat sebagai Kepala Bidang Perkamusan dan Peristilahan,

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pen¬didikan dan Kebudayaan (1991).

Mulai tahun 1992 hingga 2001 ia diangkat sebagai Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pen¬didikan dan Kebudayaan.

Setelah selesai jabatannya itu, Hasan Alwi menjadi peneliti pada Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional (2001—sekarang).

Disamping itu beliau menjadi penguji/pembimbing/pengajar pada Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, dan Universitas Negeri Jakarta (1992–sekarang).

Sebagai ahli bahasa, Hasan Alwi banyak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan profesinya, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kegiatan tersebut diantaranya sebagai penanggung jawab majalah Cadence, Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis Seluruh Indonesia (1988–1990),

Pemimpin Redaksi Majalah Bahasa dan Sastra, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional (2001—sekarang),

Dewan Penasihat Pengurus Pusat Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Periode 1994-1997 dan 1997—2000,

Ketua Panitia Penyelenggara Kongres Bahasa Indonesia VI Tahun 1993 dan Kongres Bahasa Indonesia VII Tahun 1998,

Wakil Ketua Panitia Pengarah Kongres Bahasa Jawa II, Batu, Malang, 1996, Ketua Komite Nasional RELC untuk Indonesia (1992—2001),

Ketua Panitia Kerja Sama Kebahasaan (Pakersa)(1992—2001), Ketua Perutusan Indonesia pada Sidang Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) (1992—1999 dan 2001),

Ketua Perutusan Indonesia pada Sidang Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) (1996—1999 dan 2001),

Ahli Jawatankuasa Mastera pada Bengkel Kesusastraan Bandingan 1996, 13–14 Agustus 1996, Kuala Lumpur,

Ahli Jawatankuasa Eksekutif Majlis Antarabangsa Bahasa Melayu (MABM) (2000—2001),

Ahli Jawatankuasa Kerja Majlis Antarabangsa Bahasa Melayu (MABM) (2001—sekarang),

Ketua ASEAN-COCI Working Group on Literary and Asean Studies (1996—1998), dan Anggota Governing Board SEAMEO-RELC (2001—sekarang).

Selain itu beliau juga aktif di berbagai organisasi profesi, seperti Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis Seluruh Indonesia (sebagai Sekretaris Pengurus Pusat, 1970—1973 dan Ketua Pengurus Pusat, 1983—1990;

→ "Bersambung:" Awal | 1 | 2 | Lanjutannya → | Akhir