Oka Rusmini (Sastrawan dan Pujangga)

Tim indoSastra

Oka Rusmini dikelompokkan sebagai Sastrawan Angkatan 1980 -1990 an.

Sastrawati pendobrak dan penuh semangat ini lahir pada tanggal  11 Juli 1967 di Jakarta.

Nama lahir beliau adalah Ida Ayu Oka Rusmini.

Dia melewati masa kanak-kanaknya di Jakarta. Sebelum menginjak usia remaja ia tinggal di Denpasar, Bali.

Waktu masih menjadi siswi SMP 1 Denpasar, Oka telah aktif dalam kegiatan sastra di sekolahnya

di bawah naungan Sanggar Cipta Budaya asuhan penyair GM Sukawidana yang juga merupakan guru Bahasa Indonesianya saat itu.

Dia suka menulis cerpen dan cerbung remaja sejak masih SMP dan SMA. Karyanya banyak dimuat di Bali Post.

Bahkan novel Kenanga yang terbit pada tahun 2003, ditulisnya ketika ia masih SMA.

Kemudian mengikuti perkuliahan di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Setelah tamat, ia bekerja sebagai wartawan di Harian Bali Post.

Nama Oka Rusmini menarik perhatian publik sastra di Bali ketika ia rajin mengirimkan puisi-puisinya ke ruang sastra Bali Post yang diasuh Umbu Landu Paranggi.

Puisi-puisi awalnya bisa dilihat dalam Rindu Anak Mendulang Kasih (1987), sebuah buku kumpulan puisi karya anggota Sanggar Cipta Budaya yang sempat pula mendapat perhatian serius dari Fuad Hassan.

Karya puisi dan cerpennya sering tampil di berbagi media massa serta jurnal kebudayaan, termasuk Matra, ”Kalam”, ”Horison” dan Ulumul Quran.

Karya-karya Oka begitu keras mendobrak tabu tradisi.

Juga fenomenal dan seringkali kontroversial karena mengangkat sejumlah persoalan adat-istiadat dan tradisi Bali yang kolot dan merugikan perempuan, terutama di lingkungan griya, rumah kaum Brahmana.

Sering pula dia dengan gamblang membicarakan tubuh, seks, serta erotika sempat memunculkan riak-riak pertentangan dari keluarga,

sejumlah kawan, atau masyarakat yang membaca karyanya mungkin mereka merasa terganggu, tapi ia tidak peduli, dan terus fokus berkarya.

Oka Rusmini menikah dengan penyair Arif Bagus Prasetyo.

Kini ia beserta keluarga tinggal menetap di Denpasar, Bali.

Penghargaan yang diraih:

  1. Penghargaan cerpen terbaik majalah Femina pada tahun 1994, atas cerpennya “Putu Menolong Tuhan”
  2. Novelet terbaik Femina pada tahun 1998, atas novelnya Sagra
  3. Penghargaan cerpen terbaik pada masa 1990 – 2000 dari majalah sastra Horison,  atas karyanya “Pemahat Abad”.
  4. Penghargaan Penulisan Karya Sastra 2003 dari Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Atas novelnya “Tarian Bumi”

Acara Sastra yang pernah diikuti:

  1. Diundang sebagai penyair tamu dalam Festival Kesenian Yogya IV pada tahun 1992.
  2. Mengikuti Mimbar Penyair Abad 21 di TIM (Taman Ismail Marzuki), Jakarta pada tahun 1996.
  3. Mewakili Indonesia pada temu penulis se-ASEAN pada bulan Oktober 1997 yang bertajuk Bengkel Kerja Penulisan Kreatif ASEAN” di Jakarta.
  4. Pada tahun 2002 dan 2003 ia diundang pada Festival Puisi International di Surabaya dan Denpasar,
  5. Pada 2003 menjadi tamu undangan Festival Winternachten yang diadakan di Hague dan Amsterdam.
  6. Penulis tamu di Universitas Hamburg, Jerman, tahun 2003.

Karya-karya Oka Rusmini:

  1. Doa Bali Tercinta (Antologi bersama, 1983)
  2. Rindu Anak Mendulang Kasih (Antologi bersama, 1987),
  3. Perjalanan Malam (Antologi bersama, 1991),
  4. Ambang (Antologi bersama, 1992)
  5. Teh Ginseng (Antologi bersama, 1993)
  6. Puisi Wanita Penyair Indonesia dan Dunia Ibu, Antologi Cerpen Wanita Cerpenis Indonesia
  7. Negeri Bayang-Bayang (Antologi bersama, 1996)
  8. Mimbar Penyair Abad 21 (Antologi bersama, 1996)
  9. Monolog Pohon (Buku Kumpulan Puisi, 1997),
  10. Sagra (Kumpulan Cerpen, 2000),
  11. Tarian Bumi (Novel, 2000),
  12. Kenanga (Novel, 2003),
  13. Pandora (Antologi Puisi, Grasindo, Mei 2008)
  14. Kenanga (novel, 2003)
  15. Patiwangi (puisi, 2003)
  16. Warna Kita (puisi, 2007)
  17. Tempurung (novel, 2010)
  18. Novel Tarian Bumi telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berjudul Earth Dance, dan bahasa Jerman dengan judul Erdentanz

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat.