Sindhunata

Sindhunata dikelompokkan sebagai Sastrawan Angkatan 1980 -1990 an.

Sastrawan dan wartawan ini lahir pada tanggal 12 Mei 1952 Kampung Hendrik, Batu, Malang, Jawa Timur. Nama lengkap adalah Dr. Gabriel Possenti Sindhunata, S.J..

Namanya juga disebut Kristoforus Sindhunata. Sering juga dipanggil Rama Sindhu, atau dalam Bahasa Jawa dipanggil “Romo Sindhu”.

Pendidikan yang pernah ditempuh adalah: Seminarium Marianum, Lawang, Malang, tamat tahun 1970. Pendidikan Sekolah Tinggi Driyarkara, Jakarta (1980).

Juga lulus dari Studi Teologi di Institut Filsafat Teologi Kentungan, Yogyakarta (1983), kemudian mendapatkan gelar doktor dari Hochschule für Philosophie, München, Jerman (1992) dan menulis disertasinya tentang pengharapan mesianik masyarakat Jawa.

Ia tinggal di Yogyakarta sejak awal dekade 80-an. Mulanya dia aktif di bidang jurnalistik. Karir jurnalistiknya dimulai dengan bekerja sebagai wartawan Majalah Teruna terbitan P.N. Balai Pustaka Jakarta pada tahun 1974, di mana ia bertugas menulis berita tentang kegiatan di SMA di Jakarta.

Kamudian dimulai pada tahun 1977 dia bekerja dan menjadi wartawan harian Kompas, Jakarta.

Karya-karya Sindhunata:

  1. Putri Cina  (2007)
  2. Segelas Beras untuk Berdua (2006)
  3. Dari Pulau Buru ke Venesia (2006)
  4. Petruk Jadi Guru
  5. Kambing Hitam: Teori Rene Girard  (2006)
  6. Burung-burung di Bundaran HI
  7. Ekonomi Kerbau Bingung
  8. Bola di Balik Bulan (2002)
  9. Bola-bola Nasib
  10. Air Mata Bola
  11. Ilmu Ngglethek Prabu Minohek (2004)
  12. Mengasih Maria: 100 tahun Sendangsono (2004) – editor
  13. Air Kata-kata (2003)
  14. Jembatan Air Mata: Tragedi Manusia Pengungsi Timor Timur (2003)
  15. Long and Winding Road, East Timor (2001)
  16. Pendidikan: Kegelisahan Sepanjang Zaman: Pilihan Artikel Basis (2001) – editor
  17. Membuka Masa Depan Anak-anak kita: Mencari Kurikulum Pendidikan Abad XXI (2000)
  18. Menggagas Paradigma Baru Pendidikan: Demokratisasi, Otonomi, Civil Society, Globalisasi (2000) – editor
  19. Sumur Kitiran Kencana: Karumpaka ing Sekar Macapat Dening D.F. Sumantri Hadiwiyata (2000)
  20. Sakitnya Melahirkan Demokrasi (2000)
  21. Bisikan Daun-daun Sabda (2000)
  22. Tak Enteni Keplokmu: Tanpa Bunga dan Telegram Duka (2000)
  23. Bayang-bayang Ratu Adil (1999)
  24. Menjadi Generasi Pasca-Indonesia: Kegelisahan Y.B. Mangunwijaya (1999) – editor
  25. Pergulatan Intelektual dalam Era Kegelisahan: Mengenang Y.B. Mangunwijaya (1999) – editor
  26. Cikar Bobrok (1998)
  27. Mata Air Bulan (1998)
  28. Sayur Lodeh Kehidupan: Teman dalam Kelemahan (1998) – editor
  29. Sisi Sepasang Sayap: Wajah-wajah Bruder Jesuit (1998)
  30. Semar Mencari Raga (1996)
  31. Aburing Kupu-kupu Kuning (1995)
  32. Nderek Sang Dewi ing Ereng-erenging Redi Merapi (1995)
  33. Hoffen auf den Ratu-Adil: das eschatologische Motiv des “Gerechten Königs” im Bauernprotest auf Java während des 19. und zu Beginn des 20. Jahrhunderts (1992) – Disertasi
  34. Baba Bisa Menjadi Indonesier: Bung Hatta, Liem Koen Hian, dan Sindhunatha, Menyorot Masalah Cina di Indonesia (1988)
  35. Anak Bajang Menggiring Angin (1983, Gramedia)