Ambil Si Penari Untukku Tariannya – Puisi Karya Emha Ainun Nadjib

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Berharga

Sastra angkatan 1980-an, bentuk: puisi

Karya: Emha Ainun Nadjib

Ini adalah salah satu puisi dengan semilir kata yang sangat kaya makna dan luhur nya keindahan amanat di dalamnya

Dari buku: Seribu Mesjid Satu Jumlahnya: Tahajjud Cinta Seorang Hamba

  • Atas AsliMinang

    ~~~~~~~
    Sastrawan Hebat Banyak Berasal dari Minangkabau Sumatera Barat, begini generasi mereka kini
    ~~~~~
  • ~

Waktu penulisan: tahun 1987

Dzu Walayah membawaku mengembara

Telah berulangkali kukunjungi tempat-tempat itu,
namun bersamanya menjadi berubah cara berjalanku serta menjelma baru mata-pandangku

Kuajukan kepadanya beribu-ribu pertanyaan seperti Ibrahim menggalah beribu-ribu bintang,
kureguk jawaban-jawabannya yang mesra bagai anak kambing menyusu puting induknya

Namun, tentang satu hal,
Dzu Walayah selalu menghindar,
ialah tentang wihdatul wujud,
Allah dengan hambaNya manunggal

Tatkala kami duduk-duduk istirah di tepian pantai, ia meminta:
“Ambil seciduk dua ciduk air samudera untukmu, sisakan ombaknya berikan kepadaku”

Ketika di malam hari aku merasa kedinginan oleh hembusan angin yang amat kencang,
ia lepaskan kain sarungnya dan berkata:
“Pakailah ini untuk selimutmu, tapi helai-helai benangnya biarlah untukku.”

Dan ketika di lapangan pojok dusun itu bersama-sama kami menyaksikan acara tayuban yang riuh rendah oleh musik,

teriakan dan birahi, Dzu Walayah menggamit pundakku:
“Pergilah ambil penari itu untukmu, tapi terlebih dahulu berikan kepadaku tariannya.”