Gentong Kosong – Puisi Karya Wiji Thukul

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra yang Menakjubkan, Mengharukan, dan Tulus

Sastra angkatan reformasi, bentuk: puisi

Karya: Widji Thukul

Alangkah indahnya puisi ini, bercerita tentang cara makan sebagai orang miskin.

Mulai dari bahan makanan yang mereka makan, dan bagaimana harapan yang besar pada apa yang bisa dimakan hari ini.

Dari buku: Aku Ingin Jadi Peluru

Waktu penulisan: 6 Januari 1997

parit susut
tanah kerontang
langit mengkilau perak
matahari menggosongkan pipi

gentong kosong
beras segelas cuma
masak apa kita hari ini?

pakis-pakis hijau
bawang putih dan garam

kepadamu kami berterimakasih
atas jawabanmu
pada sang lapar hari ini

gentong kosong
airmu kering
ciduk jatuh bergelontang
minum apa hari ini?

sungai-sungai pinggir hutan
yang menolong di panas terik

dan kalian pucuk-pucuk muda daun pohon karet
yang mendidih bersama ikan teri di panci

jadilah tenaga hidup kami hari ini
dengan iris-irisan ubi keladi
yang digoreng dengan minyak

persediaan terakhir kami
gentong kosong
botol kosong

marilah bernyanyi
merayakan hidup ini