Indonesia, Tumpah Darahku – M. Yamin

Demi menghargai hak cipta dan jasa sastrawan pujangga, indoSastra menyarankan membeli buku sastra di Toko Buku Online Terpercaya

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Bernilai Juang

Sastra Angkatan Balai Pustaka, bentuk: Puisi

Karya: Muhammad Yamin

Ini adalah salah satu puisi yang diciptakan dengan semangat tinggi oleh Muhammad Yamin, dirangkai secara indah dan penuh gelora, bercerita tentang perjuangan dan cinta tanah air serta bangsa

Judul Puisi: Indonesia, Tumpah Darahku

—–

Bersatu kita teguh
bercerai kita jatuh

Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai

Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya,
Dilingkari air mulia tampaknya :
Tumpah darahku Indonesia namanya.

Lihatlah kelapa melambai-lambai
Berdesir bunyinya sesayup sampai
Tumbuh di pantai bercerai berai

Mamagar daratan aman kelihatan;
Dengarlah ombak datang berlagu
mengejar bumi ayah dan ibu,
Indonesia namanya, tanah airku

Tanahku bercerai seberang menyeberang
Merapung di air malam dan siang
Sebagai telaga dihiasi kiambang,

Sejak malam di hari kelam
sampai purnama terang benderang;
Di sanalah bangsaku gerangan menopang
Selama berteduh di alam dan lapang.

Tumpah darah nusa India
Dalam hatiku selalu mulia
Dijunjung tinggi atas kepala

Semenjak diri lahir ke bumi
Sampai bercerai badan dan nyawa
karena kita sedarah sebangsa
Bertanah air di Indonesia

Bangsa Indonesia bagiku mulia
Terjunjung tinggi pagi dan senja,
Sejak syamsiar di langit nirmala
Sampaikan malam di hari kelam

Penuh berbintang cahaya bulan;
Mengapalah mulia, handai dan taulan,
Badan dan nyawa ia pancarkan.

Selama matari di alam beredar
Bulan dan bintang di langit berkisar
Kepada bangsaku berani berikrar;

Selama awan putih gemawan
memayungi telaga ombak-ombakan,
Sela itu bangsaku muliawan
Kepada jiwanya kami setiawan

Ke Indonesia kami setia
Di manakah ia di hatiku lupa,
Jikalau darah di badan dan muka

Berasal gerangan di tanah awal;
Sekiranya selasih batang kemboja
Banyak kulihat ditentang mata
Menutupi mejan ayah dan bunda ?

Di batasan lautan penuh gelombang,
Mendekati pantai buih berjuang,
Terberai tanahku gewang gemewang,

Sebagai intan jatuh terberai
Dilingkari kerambil lambai melambai
Menyanyikan lagu nan indah permai
Di sela ombak memecah ke pantai.

Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai,
tampaklah pulau di lautan hijau

Gunung gemunung bagus rupanya,
Dilingkari air mulia tampaknya :
Tumpah darahku Indonesia namanya.

Memandang alam demikian indahnya
Ditutupi langit dengan awannya
Berbilaikan buih putih rupanya,
Rindulah badan ingin dan rewan

Terkenang negeri dengan bangsanya
Berumah tangga selama-lamanya
Penuh peruntungan berbagai sejarahnya

-------------------

Saran indoSastra.com; Belanja online gampang, murah, ongkos kirim gratis, jaminan uang kembali, dan bayar di tempat hanya di Lazada.co.id