Krawang – Bekasi – Chairil Anwar

Demi menghargai hak cipta dan jasa sastrawan pujangga, indoSastra menyarankan membeli buku sastra di Toko Buku Online Terpercaya

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Angkatan 45, bentuk: Puisi

Karya: Chairil Anwar

Ini adalah salah satu puisi perjuangan karya Chairil Anwar, demi kemerdekaan dan mempertahankan keagungan bangsa Indonesia

Dari buku: Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus

Waktu Penulisan:

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan berdegap hari?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami Cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Ataukan jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan
harapan

atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi