Mempelam Tumbuh Di Pulau – Puisi Karya Marah Rusli

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Berkualitas

Sastra Angkatan Balai Pustaka, bentuk: Pantun Berbalas

Karya: Marah Rusli

Ini adalah salah satu pantun yang biasanya dibaca oleh dua orang secara bersahutan, diciptakan dengan indah, kaya makna, dan penuh romantika oleh Marah Rusli

Dari buku: Novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai

Dalam: Bab V. Samsul Bahri berangkat ke Jakarta

+Mempelam tumbuh di pulau
patah sedahan dijatuhkan
Semalam ini kita bergurau
esok Adik kutinggalkan

– Berlayarlah ke pulau bekal
nakhoda makan bertudung saji
Sambutlah salam adik yang tinggal
selamat Kakanda pulang pergi

Ribu-ribu di pinggir jalan
tanam di ladang kunyit temu
Jika rindu pandanglah bulan
di situ cinta dapat bertemu

+ Kapal kembali dari Jawa
masuk kuala Inderagiri
Tinggallah Adik tinggallah nyawa
besok kakanda akan pergi

– Berbunyi gendang di Pauh
orang menari di halaman
Sungguh Kakanda berjalan jaun
hilang di mata di hati jangan

Meletus gunung dekat Bantan
terbenam pulau dekat Jawa
Cinta jangan diubahkan
jika putus, sambungkan nyawa

+ Jika hari, hari Jumat
haji memakai baju jubah
Walaupun hari akan kiamat
cinta di hati jangan berubah

Jika Perak kerani Keling
berlayar tentang Tapak Tuan
Putih gagak hitamlah gading
tidak putus cintakan Tuan