Monumen Bambu Runcing – Puisi Karya Wiji Thukul

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra yang Menakjubkan, Mengharukan, dan Tulus

Sastra angkatan reformasi, bentuk: puisi

Karya: Widji Thukul

Puisi ini mengisahkan perjuangan hidup orang-orang kecil di tengah kota yang sedang berusaha menyambung hidup dan mencari nafkah

Dari buku: Aku Ingin Jadi Peluru

Waktu penulisan: 1 Maret 1986

monumen bambu runcing
di tengah kota
menuding dan berteriak merdeka
di kakinya tak jemu juga

pedagang kaki lima berderet-deret
walau berulang-ulang
dihalau petugas ketertiban