Puisi Menolak Patuh – Puisi Karya Wiji Thukul

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra yang Menakjubkan, Mengharukan, dan Tulus

Sastra angkatan reformasi, bentuk: puisi

Karya: Widji Thukul

Puisi ini bercerita tentang propaganda pemerintah, baik yang memberlakukan jam malam maupun koar-koar tentang kenaikan kesejahteraan rakyat.

Tapi kenyataannya adalah masyarakat tetap lapar, dan tidak menarik manfaat dari perseteruan elit politik dan penguasa

Dari buku: Aku Ingin Jadi Peluru

Waktu penulisan: 17 Januari 1997

walau penguasa menyatakan keadaan darurat
dan memberlakukan jam malam

kegembiraanku tak akan berubah
seperti kupu-kupu
sayapnya tetap indah
meski air kali keruh

pertarungan para jendral
tak ada sangkut pautnya
dengan kebahagiaanku

seperti cuaca yang kacau
hujan angin kencang serta terik panas
tidak akan mempersempit atau memperluas langit
lapar tetap lapar

tentara di jalan-jalan raya
pidato kenegaraan atau siaran pemerintah
tentang kenaikkan pendapatan rakyat
tidak akan mengubah lapar

dan terbitnya kata-kata dalam diriku
tak bisa dicegah
bagaimana kau akan membungkamku?

penjara sekalipun
tak bakal mampu
mendidikku jadi patuh