Sesudah Dibajak – Puisi Karya Sutan Takdir Alisjahbana

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra yang Bermutu Tinggi

Sastra Angkatan Pujangga Baru, bentuk: Puisi

Karya: Sutan Takdir Alisjahbana

Ini adalah salah satu puisi yang diciptakan dengan rangkaian makna indah oleh STA, tentang keyakinan masa depan dan keagungan Tuhan, kata mengalir pasti dengan pola yang terencana apik

Dari buku: Tebaran Mega

Waktu penulisan: 1 Mei 1935

Aku merasa bajakMu menyayat,
Sedih seni mengiris kalbu,
Pedih pilu jiwa mengaduh,
Gemetar menggigil tulang seluruh

Dalam duka semesra ini,
Beta papa, apatah daya?
Keluh hilang di sawang lapang,
Aduh tenggelam dibisik angin

Ya Allah, ya Rabbi,
Hancurkan, remukkan sesuka hati,
Sayat iris jangan sepala

Umat daif sekedar bermohon:
Semai benih mulia raya
Dalam tanah sudah dibajak