Sastra

Kita tahu bahwa negara kita sangat kaya, terutama oleh budaya dan tutur bahasa. Sebuah keindahan negara kita yang sangat dikenal oleh bangsa-bangsa lain adalah “Sastra Indonesia”.

Sebagai persembahan untuk membuat pesona sastra indonesia bersemi kembali, website ini menyediakan ruang bagi karya sastra indonesia, mulai dari puisi, prosa, syair, pantun, cerpen, cerbung, dan karya lainnya.

Kami persembahkan sinopsis lengkap dan menyeluruh karya agung sastra indonesia. Yang disajikan dengan valid, reliable, asli dan original.

Sastra adalah karya tulis yang, jika dibandingkan dengan karya tulis yang lain, memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartisikan, serta keindahan dalam isi dan ungkapannya.

Ada tiga aspek yang harus ada dalam sastra, yaitu keindahan, kejujuran, dan kebenaran. Kalau ada sastra yang mengorbankan salah satu aspek ini, misalnya karena alasan komersial, maka sastra itu kurang baik.

  • Atas AsliMinang

    ~~~~~~~
    Sastrawan Hebat Banyak Berasal dari Minangkabau Sumatera Barat, begini generasi mereka kini
    ~~~~~
  • ~

Hikayat Abdullah, Pujangga lama adalah bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Hamzah Fansuri. Kesultanan Aceh pada abad XVII Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil, serta Nuruddin ar-Raniri. Karya Sastra Pujangga Lama Sejarah Melayu (Malay Annals) Tuhfat al-Nafis (Bingkisan Berharga) karya Raja Ali Haji Hikayat Abdullah Hikayat Aceh Hikayat Amir Hamzah Hikayat Andaken Penurat Hikayat Bayan Budiman Hikayat Djahidin Hikayat Hang Tuah Hikayat Iskandar Zulkarnain Hikayat Kadirun Hikayat Kalila dan Damina Hikayat Masydulhak Hikayat Pandawa Jaya Hikayat Pandja Tanderan Hikayat Putri Djohar Manikam Hikayat Sri Rama Hikayat Tjendera Hasan Tsahibul Hikayat Syair Bidasari Syair Hukum Nikah karya Raja Ali Haji Syair Ken Tambuhan Syair Siti Shianah karya Raja Ali Haji Syair Sultan Abdul Muluk karya Raja Ali Haji Syair Suluh Pegawai karya Raja Ali Haji Syair Raja Mambang Jauhari Syair Raja Siak Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji Kitab agama Syarab al-‘Asyiqin (Minuman Para Pecinta) oleh Hamzah Fansuri Asrar al-‘Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) oleh Hamzah Fansuri Nur ad-Daqa’iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) oleh Syamsuddin Pasai Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) oleh Nuruddin ar-Raniri Sastra Melayu Lama Karya Sastra Melayu Lama Robinson Crusoe (terjemahan) Lawan-lawan Merah Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan) Graaf de Monte Cristo (terjemahan) Kapten Flamberger (terjemahan) Rocambole (terjemahan) Nyai Dasima oleh G. Francis (Indo) Bunga Rampai oleh A.F van Dewall Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya Cerita Siti Aisyah oleh H.F.R Kommer (Indo) Cerita Nyi Paina Cerita Nyai Sarikem Cerita Nyonya Kong Hong Nio Nona Leonie Warna Sari Melayu oleh Kat S.J Cerita Si Conat oleh F.D.J. Pangemanan Cerita Rossina Nyai Isah oleh F. Wiggers Drama Raden Bei Surioretno Syair Java Bank Dirampok Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen Tambahsia Busono oleh R.M.Tirto Adhi Soerjo Nyai Permana Hikayat Siti Mariah oleh Hadji Moekti (indo) dan masih ada sekitar 3000 judul karya sastra Melayu-Lama lainnya

Angkatan Balai Pustaka Abdul Muis sastrawan Indonesia Angkatan Balai Pustaka Nur Sutan Iskandar Raja Angkatan Balai Pustaka. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah “novel Sumatera”, dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya. Siti Nurbaya dan Salah Asuhan Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka: Merari Siregar Azab dan Sengsara (1920) Binasa kerna Gadis Priangan (1931) Cinta dan Hawa Nafsu Marah Roesli Siti Nurbaya (1922) La Hami (1924) Anak dan Kemenakan (1956) Muhammad Yamin Tanah Air (1922) Indonesia, Tumpah Darahku (1928) Kalau Dewi Tara Sudah Berkata Ken Arok dan Ken Dedes (1934) Nur Sutan Iskandar Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923) Cinta yang Membawa Maut (1926) Salah Pilih (1928) Karena Mentua (1932) Tuba Dibalas dengan Susu (1933) Hulubalang Raja (1934) Katak Hendak Menjadi Lembu (1935) Tulis Sutan Sati Tak Disangka (1923) Sengsara Membawa Nikmat (1928) Tak Membalas Guna (1932) Memutuskan Pertalian (1932) Djamaluddin Adinegoro Darah Muda (1927) Asmara Jaya (1928) Abas Sutan Pamuntjak Nan Sati Pertemuan (1927) Abdul Muis Salah Asuhan (1928) Pertemuan Djodoh (1933) Aman Datuk Madjoindo Menebus Dosa (1932) Si Cebol Rindukan Bulan (1934) Sampaikan Salamku Kepadanya (1935)

Pujangga Baru Sutan Takdir Alisjahbana pelopor Pujangga Baru majalah Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana, beserta Amir Hamzah dan Armijn Pane. Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru Sutan Takdir Alisjahbana Dian Tak Kunjung Padam (1932) Tebaran Mega – kumpulan sajak (1935) Layar Terkembang (1936) Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940) Hamka Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1939) Tuan Direktur (1950) Di dalam Lembah Kehidoepan (1940) Armijn Pane Belenggu (1940) Jiwa Berjiwa Gamelan Djiwa – kumpulan sajak (1960) Djinak-djinak Merpati – sandiwara (1950) Kisah Antara Manusia – kumpulan cerpen (1953) Habis Gelap Terbitlah Terang – Terjemahan Surat R.A. Kartini (1945) Sanusi Pane Pancaran Cinta (1926) Puspa Mega (1927) Madah Kelana (1931) Sandhyakala Ning Majapahit (1933) Kertajaya (1932) Tengku Amir Hamzah Nyanyi Sunyi (1937) Begawat Gita (1933) Setanggi Timur (1939) Roestam Effendi Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan Pertjikan Permenungan Sariamin Ismail Kalau Tak Untung (1933) Pengaruh Keadaan (1937) Anak Agung Pandji Tisna Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935) Sukreni Gadis Bali (1936) I Swasta Setahun di Bedahulu (1938) J.E.Tatengkeng Rindoe Dendam (1934) Fatimah Hasan Delais Kehilangan Mestika (1935) Said Daeng Muntu Pembalasan Karena Kerendahan Boedi (1941) Karim Halim Palawija (1944) Angkatan 1945 Chairil Anwar pelopor Angkatan 1945 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945 Chairil Anwar Kerikil Tajam (1949) Deru Campur Debu (1949) Asrul Sani, bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar Tiga Menguak Takdir (1950) Idrus Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948) Aki (1949) Perempuan dan Kebangsaan Achdiat K. Mihardja Atheis (1949) Trisno Sumardjo Katahati dan Perbuatan (1952) Utuy Tatang Sontani Suling (drama) (1948) Tambera (1949) Awal dan Mira – drama satu babak (1962) Suman Hs. Kasih Ta’ Terlarai (1961) Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957) Pertjobaan Setia (1940)

Angkatan 1950 – 1960-an Pramoedya Ananta Toer novelis generasi 1950-1960 Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra)G30S di Indonesia. Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 – 1960-an Pramoedya Ananta Toer Kranji dan Bekasi Jatuh (1947) Bukan Pasar Malam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951) Keluarga Gerilya (1951) Mereka yang Dilumpuhkan (1951) Perburuan (1950) Cerita dari Blora (1952) Gadis Pantai (1962-65) Nh. Dini Dua Dunia (1950) Hati jang Damai (1960) Sitor Situmorang Dalam Sadjak (1950) Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954) Pertempuran dan Saldju di Paris (1956) Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953) Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955) Mochtar Lubis Tak Ada Esok (1950) Jalan Tak Ada Ujung (1952) Tanah Gersang (1964) Si Djamal (1964) Marius Ramis Dayoh Putra Budiman (1951) Pahlawan Minahasa (1957) Ajip Rosidi Tahun-tahun Kematian (1955) Ditengah Keluarga (1956) Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957) Cari Muatan (1959) Pertemuan Kembali (1961) Ali Akbar Navis Robohnya Surau Kami – 8 cerita pendek pilihan (1955) Bianglala – kumpulan cerita pendek (1963) Hujan Panas (1964) Kemarau (1967) Toto Sudarto Bachtiar Etsa sajak-sajak (1956) Suara – kumpulan sajak 1950-1955 (1958) Ramadhan K.H Priangan si Jelita (1956) W.S. Rendra Balada Orang-orang Tercinta (1957) Empat Kumpulan Sajak (1961) Ia Sudah Bertualang (1963) Subagio Sastrowardojo Simphoni (1957) Nugroho Notosusanto Hujan Kepagian (1958) Rasa Sajangé (1961) Tiga Kota (1959) Trisnojuwono Angin Laut (1958) Dimedan Perang (1962) Laki-laki dan Mesiu (1951) Toha Mochtar Pulang (1958) Gugurnya Komandan Gerilya (1962) Daerah Tak Bertuan (1963) Purnawan Tjondronagaro Mendarat Kembali (1962) Bokor Hutasuhut Datang Malam (1963)

Kediri, Kefamenanu, Kendal, Kendari, Kertosono, Ketapang, Kisaran, Klaten, Cianjur, Cibinong, Cilacap, Cilegon, Cimahi, Cirebon, Curup, Demak, Denpasar, Depok, Dili, Dompu, Donggala, Dumai, Sidikalang, Sidoarjo, Sigli, Singaparna, Singaraja, Singkawang, Sinjai, Sintang, Situbondo, Slawi, Sleman.Indramayu, Jakarta, Kuningan, Kupang, Kutacane, Kutoarjo, Labuhan, Lahat, Lamongan, Langsa, Larantuka, Lawang, Lhoseumawe, Limboto, Lubuk Basung, Lubuk Linggau, Lubuk Pakam, Lubuk Sikaping, Lumajang, Luwuk, Madiun, Magelang,Magetan, Majalengka, Majene, Makale, Makassar, Malang, Mamuju, Manna, Manokwari, Marabahan, Jambi, Jayapura, Jember,Tangerang, Tanjung Balai, Tanjung Enim, Tanjung Pandan, Tanjung Pinang, Tanjung Redep, Tanjung Selor, Tapak Tuan, Tarakan, Tarutung, Tasikmalaya, Muara Bungo, Muara Enim, Muara Teweh,Ende, Enggano, Enrekang, Fakfak, Kolaka, Kota Baru Pulau Laut, Kota Bumi, Kota Jantho, Kota Mobagu, Kuala Kapuas, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Kuala Tungkal, Kudus, Ambarawa, 

Banda Aceh, Bandarlampung, Bandung, Garut, Gianyar, Gombong, Gorontalo, Gresik,Gunung Sitoli, Muaro Sijunjung, Muntilan, Nabire, Negara, Nganjuk, Ngawi, Nunukan, Pacitan, Padang, Padang Panjang, Padang Sidempuan, Pagaralam, Painan, Palangkaraya, Palembang, Palopo, Palu, Pamekasan, Pandeglang, Pangkajene, Pangkajene Sidenreng, Pangkalan bun, 

Jeneponto, Jepara, Jombang, Kabanjahe, Kalabahi, Kalianda, Kandangan, Karanganyar, Karawang, Kasungan, Kayuagung, Kebumen, Bangkalan, Salatiga, Samarinda, Sampang, Sampit, Sanggau,Sawahlunto, Sekayu, Sumbawa Besar, Sumedang, Sumenep, Sungai Liat, Sungai Penuh, Sungguminasa, Surabaya, Surakarta, Tabanan, Tahuna, Takalar, Takengon, Tamiang Layang, Tanah Grogot, Pangkalpinang, Panyabungan, Sukabumi, Sukoharjo, Tebing Tinggi, Tegal, Temanggung, Tembilahan, Tenggarong, Ternate, Tolitoli, Tondano, Trenggalek, Tual, Tuban, Tulung Agung,

Ujung Berung, Ungaran, Waikabubak, Waingapu, Wamena, Watampone, Watansoppeng, Wates, Payakumbuh, Pekalongan, PekanBaru, Pemalang, Pematangsiantar, Pendopo, Soasiu, Soe, Solo, Ambon, Amlapura, Amuntai, Argamakmur, Atambua, Babo, BaganSiapiapi, Bajawa, Balige, Balik Papan, Bangkinang, Bangko, Bangli, Banjar, Banjar Baru, Banjarmasin, Banjarnegara, Bantaeng,

Banten, Banyumas, Bantul, Banyuwangi, Barabai, Barito, Barru, Batam, Batang, Batu, Baturaja, Batusangkar, Baubau, Bekasi, Bengkalis, Bengkulu, Benteng, Biak, Bima, Binjai, Bireuen, Bitung,Blitar, Blora, Bogor, Bojonegoro, Bondowoso, Bontang, Boyolali, Brebes, Bukit Tinggi, Bulukumba, Buntok, Cepu, Ciamis, Maros, Martapura, Masohi, Mataram, Maumere, Medan, Mempawah,

Menado, Mentok, Merauke, Metro, Meulaboh, Mojokerto, Muara Bulian, Solok, Soreang, Sorong, Sragen, Stabat, Subang, Wonogiri, Wonosari, Wonosobo, Yogyakarta, Pinrang, Pleihari, Polewali, Pondok Gede, Ponorogo, Pontianak, Poso, Prabumulih, Praya, Probolinggo, Purbalingga, Purukcahu, Purwakarta, Purwodadi grobogan, Purwokerto, Purworejo, Putussibau, Raha, Rangkasbitung, Rantau, Rantauprapat, Rantepao, Rembang, Rengat, Ruteng, Sabang, Pare, Parepare, Pariaman, Pasuruan, Pati, Selong, Semarang, Sengkang, Serang, Serui, Sibolga,

Angkatan 1966 – 1970-an Taufik Ismail sastrawan Angkatan 1966 Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis. Sastrawan pada angkatan 1950-an yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah Motinggo Busye, Purnawan Tjondronegoro, Djamil Suherman, Bur Rasuanto, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia, H.B. Jassin. Umar Kayam, Ikranegara, Leon Agusta, Arifin C. Noer, Darmanto Jatman, Arief Budiman, Goenawan Mohamad, Budi Darma, Hamsad Rangkuti, Putu Wijaya, Wisran Hadi, Wing Kardjo, Taufik Ismail, dan banyak lagi yang lainnya. Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966 Taufik Ismail Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia Tirani dan Benteng Buku Tamu Musim Perjuangan Sajak Ladang Jagung Kenalkan Saya Hewan Puisi-puisi Langit Sutardji Calzoum Bachri O Amuk Kapak Abdul Hadi WM Meditasi (1976) Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975) Tergantung Pada Angin (1977) Sapardi Djoko Damono Dukamu Abadi (1969) Mata Pisau (1974) Goenawan Mohamad Parikesit (1969) Interlude (1971) Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972) Seks, Sastra, dan Kita (1980) Umar Kayam Seribu Kunang-kunang di Manhattan Sri Sumarah dan Bawuk Lebaran di Karet Pada Suatu Saat di Bandar Sangging Kelir Tanpa Batas Para Priyayi Jalan Menikung Danarto Godlob Adam Makrifat Berhala Nasjah Djamin Hilanglah si Anak Hilang (1963) Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1968) Putu Wijaya Bila Malam Bertambah Malam (1971) Telegram (1973) Stasiun (1977) Pabrik Gres Bom Djamil Suherman Perjalanan ke Akhirat (1962) Manifestasi (1963) Titis Basino Dia, Hotel, Surat Keputusan (1963) Lesbian (1976) Bukan Rumahku (1976) Pelabuhan Hati (1978) Pelabuhan Hati (1978) Leon Agusta Monumen Safari (1966) Catatan Putih (1975) Di Bawah Bayangan Sang Kekasih (1978) Hukla (1979) Iwan Simatupang Ziarah (1968) Kering (1972) Merahnya Merah (1968) Keong (1975) RT Nol/RW Nol Tegak Lurus Dengan Langit M.A Salmoen Masa Bergolak (1968) Parakitri Tahi Simbolon Ibu (1969) Chairul Harun Warisan (1979) Kuntowijoyo Khotbah di Atas Bukit (1976) M. Balfas Lingkaran-lingkaran Retak (1978) Mahbub Djunaidi Dari Hari ke Hari (1975) Wildan Yatim Pergolakan (1974) Harijadi S. Hartowardojo Perjanjian dengan Maut (1976) Ismail Marahimin Dan Perang Pun Usai (1979) Wisran Hadi Empat Orang Melayu Jalan Lurus Angkatan 1980 – 1990an Hilman Hariwijaya penulis cerita remaja pada dekade 1980 dan 1990 Remy Sylado, Yudistira Ardinugraha, Noorca Mahendra, Seno Gumira Ajidarma, Pipiet Senja, Kurniawan Junaidi, Ahmad Fahrawie, Micky Hidayat, Arifin Noor Hasby, Tarman Effendi Tarsyad, Noor Aini Cahya Khairani, dan Tajuddin Noor Ganie. Nh. Dini (Nurhayati Dini) Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko, La Barka, Pertemuan Dua Hati, dan Hati Yang Damai. Mira W dan Marga T Hilman Hariwijaya dengan serial Lupusnya. Titie Said, antara lain: La Rose, Lastri Fardhani, Diah Hadaning, Yvonne de Fretes, dan Oka Rusmini. Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980 – 1990an Ahmadun Yosi Herfanda Ladang Hijau (1980) Sajak Penari (1990) Sebelum Tertawa Dilarang (1997) Fragmen-fragmen Kekalahan (1997) Sembahyang Rumputan (1997) Y.B Mangunwijaya Burung-burung Manyar (1981) Darman Moenir Bako (1983) Dendang (1988) Budi Darma Olenka (1983) Rafilus (1988) Sindhunata Anak Bajang Menggiring Angin (1984) Arswendo Atmowibodo Penista agama Canting (1986) Hilman Hariwijaya Lupus – 28 novel (1986-2007) Lupus Kecil – 13 novel (1989-2003) Olga Sepatu Roda (1992) Lupus ABG – 11 novel (1995-2005) Dorothea Rosa Herliany Nyanyian Gaduh (1987) Matahari yang Mengalir (1990) Kepompong Sunyi (1993) Nikah Ilalang (1995) Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999) Gustaf Rizal Segi Empat Patah Sisi (1990) Segi Tiga Lepas Kaki (1991) Ben (1992) Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (1999) Remy Sylado Ca Bau Kan (1999) Kerudung Merah Kirmizi (2002) Afrizal Malna Tonggak Puisi Indonesia Modern 4 (1987) Yang Berdiam Dalam Mikropon (1990) Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir (1991) Dinamika Budaya dan Politik (1991) Arsitektur Hujan (1995) Pistol Perdamaian (1996) Kalung dari Teman (1998) Templat:Lintang Sugianto Templat:Matahari Di atas Gilli (1997) Templat:Kusampaikan kumpulan puisi (2002) Templat:Menyapa Pagi Anak Aceh (2004)

Angkatan Reformasi Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Sukarnoputri, Sutardji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi Herfanda, Acep Zamzam Noer, dan Hartono Benny Hidayat Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi Widji Thukul Puisi Pelo Darman Angkatan 2000-an Andrea Hirata salah satu novelis tersukses pada dekade pertama abad ke-21 Ahmad Fuadi Negeri 5 Menara (2009) Ranah 3 Warna (2011) Rantau 1 Muara (2013) Andrea Hirata Laskar Pelangi (2005) Sang Pemimpi (2006) Edensor (2007) Maryamah Karpov (2008) Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas (2010) Ayu Utami Saman (1998) Larung (2001) Cucuk Espe Para Pejabat (1995) Monolog Sang Penari (1997) Bukan Mimpi Buruk (1998) Mengejar Kereta Mimpi (2001) Rembulan Retak (2003) Juliet dan Juliet (2004) 13 Pagi (2010) Trilogi monolog JENDERAL MARKUS (2010) INONG dongeng rumah jalang (2011) Wisma Presiden (2012) Ganasrev (2013) Puisinolog; MANIVESTO ORGIL, (2014) Revolusi Senyap (2014) 3 Repertoar Cucuk Espe (2015) Dewi Lestari Supernova 1: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh (2001) Supernova 2: Akar (2002) Supernova 3: Petir (2004) Supernova 4: Partikel (2012)

Habiburrahman El Shirazy Ayat-Ayat Cinta (2004) Di atas Sajadah Cinta (2004) Ketika Cinta Berbuah Surga (2005) Pudarnya Pesona Cleopatra (2005) Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007) Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007) Dalam Mihrab Cinta (2007) Herlinatiens Garis Tepi Seorang Lesbian (2003) Dejavu, Sayap yang Pecah (2004) Jilbab Britney Spears (2004) Sajak Cinta Yang Pertama (2005) Malam Untuk Soe Hok Gie (2005) Rebonding (2005) Broken Heart, Psikopop Teen Guide (2005) Koella, Bersamamu dan Terluka (2006) Sebuah Cinta yang Menangis (2006) Raudal Tanjung Banua Pulau Cinta di Peta Buta (2003) Ziarah bagi yang Hidup (2004) Parang Tak Berulu (2005) Gugusan Mata Ibu (2005) Seno Gumira Ajidarma Atas Nama Malam Sepotong Senja untuk Pacarku Biola Tak Berdawai Sastra kontekstual Triyanto Triwikromo, Sosiawan Leak, Kusprihyanto Namma, Beno Siang Pamungkas, Wijang Wharek Al-Mauti, dan Bagus Putu Parta.

Angkatan Kosong-kosong adalah nama gerakan kesusasteraan Indonesia yang dimulai di Kota Tegal pada tahun 2010, dengan mengambil tema Membongkar Politisasi Kesusasteraan Indonesia. Tiga hal penting yang diangkat dalam gerakan tersebut antara lain tidak adanya angkatan dalam kesenian indonesia, tidak perlu adanya pembedaan antara pusat dan daerah, dan menolak anggapan bahwa masyarakat tidak tahu seni. Istilah “Angkatan Kosong-kosong” kali pertama dicetuskan oleh W.S. Rendra yang memberikan gelar kepenyairan kepada penyair Tegal, Widjati. Cybersastra Era internet memasuki komunitas sastra di Indonesia. Banyak karya sastra Indonesia yang tidak dipublikasi berupa buku namun termaktub di dunia maya (Internet), baik yang dikelola resmi oleh pemerintah, organisasi nirlaba, maupun situs pribadi. Temu sastra Sejak dasawarsa 1980-an, para sastrawan Indonesia sudah mulai Hadiah Sastra Rancage Anugerah Sastra Penakencana Anugerah Sastra Hari Puisi Kusala Sastra Khatulistiwa Cerpen Pilihan Kompas KSI Awards