Sinopsis Novel Ayat-ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Sastra Angkatan tahun 2000

Karya: Habiburrahman El Shirazy

Di kota Kairo Mesir ada seorang mahasiswa Indonesia yang bernama Fahri. Dia kuliah di Universitas Al Azhar yang terkenal. Demi mencapai gelar S2 atau master, maka dengan sabar dan tekun Fahri menunggu tesis yang telah disusunnya supaya dapat diterima Universitas Al Azhar.

Ada 4 orang temannya yang merupakan mahasiawa Indonesia. Mereka tinggal bersama Fahri di sebuah flat yang terdiri atas beberapa lantai. Di lantai bagian atas tempat tinggal Fahri ada sebuah keluarga yang beragama Kristen Koptik.

Fahri memiliki hubungan baik dengan keluarga tersebut. Terlebih ada anak perempuannya yang bernama Maria yang sering bertegur sapa dengan Fahri. Bahkan Maria minta tolong pada Fahri untuk membelikan barang-barang yang dibutuhkannya.

Hari demi hari Fahri dan Maria makin akrab saja. Sampai suatu hari Fahri terkejut dan kagum pada Maria yang sudah hafal surat Maryam.

Kedekatan mereka makin lama makin terasa, bukan lagi sebagai tetangga saja. Diam-diam Maria menyimpan perasaan suka pada Fahri.

Karena kesopanan dan kebaikannya, banyak wanita lain yang juga tertarik pada Fahri. Salah satunya adalah temannya di kampus yang bernama Nurul. Dia adalah putri dari seorang pemuka agama dan kyai yang dihormati dan cukup ternama.

Ternyata tetangga Fahri yang lain juga ada yang memendam perasaan padanya. Namanya adalah Noura. Fahri sangat prihatin pada Noura yang sering dimarahi dan diperlakukan dengan kasar oleh ayahnya.

Secara kebetulan, Fahri melihat Noura disiksa oleh Ayahnya. Karena merasa kasihan, Fahri berniat menyelamatkan Noura. Untuk mengamankan Noura, Fahri punya gagasan supaya Noura tidur dan menginap di kamar Maria.

Malam pun berlalu, besok harinya, Fahri, Maria dan Noura ke rumah Nurul dan meminta agar Noura untuk sementara tinggal di rumah Nurul.

Setelah diselidiki, ternyata Noura bukanlah anak kandung dari ayah yang selama ini jahat padanya, Noura adalah anak pungut.

Akhirnya Fahri pun memulai pencarian siapakah orang tua kandung Noura sebenarnya. Atas bantuan temannya, Fahri mampu mempertemukan Noura dengan orang tua kandungnya.

Untuk merayakan pertemuan Noura dengan orangtua kandungnya, maka diadakan acara syukuran. Pada acara itu, Noura jatuh hati kepada Fahri dan menyerahkan surat cinta kepada Fahri.

Waktu pun terus berganti. Pada suatu hari Fahri bertemu dengan Aisha yang merupakan gadis keturunan Jerman yang sedang kuliah di Mesir.

Pertemuan mereka terjadi di Metro ketika Fahri dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash–Shiddiq. Waktu itu Aisha sedang dicaci-maki dan diumpat oleh orang–orang Mesir karena memberikan tempat duduknya pada seorang nenek berkewarganegaraan Amerika.

Melihat hal tersebut, Fahri langsung menolong Aisha. Setelah itu Aisha pun berterima kasih atas kebaikan Fahri dan mereka akhirnya berkenalan.

Ternyata Aisha pun jatuh hati pada Fahri, dia selalu teringat akan kebaikan Fahri. Karena sangat terkesan, Aisha pun meminta bantuan pamannya yang bernama Eqbal (Iqbal) untuk minta menikah dengan Fahri.

Kemudian Eqbal mencari usaha untuk bisa bicara dengan Fahri. Akhirnya Eqbal menjumpai Syekh Usman yang kenal dengan Fahri. Setelah itu ada pembicaraan antara Syekh Usman dan Fahri mengenai pernikahan dengan Aisha.

Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, akhirnya Fahri memutuskan untuk menikah dengan Aisha. Kemudian pernikahan dua insan itu pun diadakan.

Awal | 1 | 2 | Berikutnya→ | Akhir