Sinopsis Novel Cinta dan Kewajiban – Nur Sutan Iskandar

Demi menghargai hak cipta dan jasa sastrawan pujangga, indoSastra menyarankan membeli buku sastra di Toko Buku Online Terpercaya

Sastra Angkatan Balai Pustaka

Karya: Nur Sutan Iskandar

Ringkasan umum:

Novel ini bercerita tentang seorang anak menikah tanpa restu orang tua, akhirnya dikutuk oleh ayahnya. Hasilnya rumah tangga jadi berantakan, suaminya jadi orang jahat dan suka mabuk. Lalu sang istri meninggal. Untunglah ada anaknya yang berbakti dan merasa ada kewajiban untuk merubah tingkah laku ayahnya. Anak itu berhasil, dalam bakti sebagai anak yang merupakan kewajiban, ia juga berhasil mendapatkan cinta.

Ada sebuah keluarga. Ayah bernama Steven, Ibu bernama Sina, anak laki-laki sulung bernama Andi, dan seorang anak perempuan yang bernama Ani.

Steven pada masa kecilnya adalah seorang anak yang baik dan terjaga tingkah lakunya. Steven adalah pria yang sangat baik dan mencintai Sina, tingkah lakunya itu berubah karena kutukan dari ayah Sina sendiri.

Ayahnya mengutuk karena ketika Sina akan dinikahkan dengan laki-laki pilihan orangtuanya, tapi Sina malah kabur dan kawin dengan Steven, yaitu pria yang dicintainya

Ayah Sina menjadi sangat marah, sesaat sebelum meninggal,  dia menyumpahi dan mengutuk Sina bahwa ia tidak akan hidup bahagia dengan Steven, bahkan akan mencelakai dirinya sendiri.

Ternyata saat ini, kutukan itu menjadi terbukti. Sina menjadi sakit-sakitan karena perbuatan dan tingkahlaku Steven suaminya. Lama-lama, Sina meninggal dunia karena sakitnya yang parah.

Setelah ibunya meninggal, Ani jatuh sakit dan sering mengigau tentang ibunya selama lebih satu bulan. Kebetulan ada sahabatnya yang pernama Popi yang mau merawat Ani. Popi merasa kasihan karena Ani hanya diasuh oleh ayahnya yang kasar dan seorang pembantu yang bernama Dirk saja.

Ani dirawat dengan baik oleh Popi, sehingga ia bisa sembuh. Setelah kondisinya pulih, Ani ingin pulang ke rumahnya sendiri dan hendak merubah sikap ayahnya agar kembali baik seperti sedia kala.

Memang tidak mudah merubah sikap Ayahnya Steven. Tapi karena perjuangan dan kesabaran untuk merubah sifat ayahnya, Ani tidak pernah putus asa. Ani selalu ingat amanat ibunya.

Usaha Ani akhirnya membuahkan hasil. Ayahnya menjadi orang yang baik lagi, giat bekerja dan mulai mengurangi kebiasaannya untuk minum minuman keras.

Melihat usaha dan kesabaran Ani, banyak tetangga dan kenalan yang memuji gadis ini. Pria banyak juga yang tertarik dan ingin menikahi Ani.

Tapi belum ada satu pria pun yang bisa memikat hati gadis ini. Kecuali seorang pemuda bernama Bram yang tengah belajar di Stovia.

Keadaan tiba-tiba sedikit berubah, Ani kembali terusik. Baru sebentar Ani merasakan kebahagiaan karena berhasil merubah kebiasaan ayahnya, tanpa diduga muncul masalah baru bahwa ia akan segera memilliki ibu tiri. Ayahnya akan menyunting seorang wanita yang bernama Ros.

Setelah diusut, ternyata Steven ingin menikah karena Ros telah hamil duluan. Beberapa waktu setelah pernikahan Steven dan Ros, kebiasaan buruk Steven kembali buruk yang diakibatkan oleh Ros.

Suami istri itu malah sering mabuk, bertengkar dengan sangat kasar, hingga membuat Ani ingin pergi dan kabur dari rumah. Apalagi perlakuan Ros pada Ani juga sangat buruk dan sering kasar pada Ani.

Musibah yang lain juga datang. Ani sangat sedih mendengar kabar bahwa Bram  yaitu pria yang tertarik padanya akan melamar gadis lain yang bernam Fin. Ani menduga bahwa mungkin Bram tak mau lagi menunggu Ani bersedia menjadi istrinya.

Tapi akhirnya, beberapa hari kemudian tersiar kabar bahwa Bram tak mau dinikahkan dengan Fin. Ternyata dalam proses lamaran tersebut, ibu Bram kena hasut Ros agar ia melamarkan Fin untuk Bram, tapi tanpa meminta persetujuan Bram sendiri.

Hingga pada suatu hari, di malam yang gelap Bram mengunjungi rumah Ani . Ia mengatakan bahwa hanya ingin menikah dengan Ani.

Begitu pula dengan Ani yang menerima niat Bram, tapi dengan sarat ia akan menunaikan kewajiban dulu sebagai anak pada ayahnya, baru bisa menikah. Untunglah Bram bersedia menunggunya.

Di lain pihak, Ani mendapat kabar dari kakaknya Andi, setelah lama tak ada kabar. Melalui surat, kakaknya menyampaikan hajat bahwa ia ingin membalas budi Popi yang baik itu dengan meminangnya.

Lalu Ani segera bertindak dan menyampaikan hal itu pada Popi. Tapi setelah menunggu jawaban Popi beberapa hari ternyata Popi menolak pinangan kakaknya yaitu Andi.

Popi mengetahui alasan pinangan itu dengan membaca surat itu sendiri karena Ros telah memberikan surat itu pada Popi.

Di lain pihak, usia kandungan Ros ibu tirinya makin besar dan tiba saatnya untuk melahirkan. Tapi, bayi itu telah mati dalam kandungan dengan posisi sungsang sehingga sulit untuk dikeluarkan.

Ros mengeluh karena kesakitan, ia merasa umurnya tak panjang lagi. Sebelum ia meninggal, ia minta maaf kepada suami dan anak tirinya itu dengan penuh rasa sesal.

Pada Bulan Desember Andi pulang ke kampung halaman, ia sedikit kecewa karena Popi menolak pinangannya. Tapi Ani menghibur kakaknya itu dan menyarankan agar ia melamar Fin saja.

Ternyata saran Ani berhasil dan akhirnya Andi dan Fin menikah dan beberapa bulan kemudian mereka pergi ke Jawa.

Sekarang Ani hanya tinggal berdua dengan ayahnya. Tapi sayang, sikap buruk Ayahnya  tidak dapat hilang yaitu kebiasaan mabuknya.

Pada suatu hari Ani terkejut mendengar berita kebakaran kedai minuman keras di suatu malam. Ani jadi gundah karena yakin bahwa ayahnya ada disana. Sekuat tenaga ia ingin menyelamatkan ayahnya walaupun harus mengorbankan nyawanya sendiri tapi ada tangan yang memegangnya, tangan itu  adalah tangan Bram.

Tapi apa daya, karena ayahnya telah mati terbakar dan Ani menjadi sakit karena itu. Selama ia sakit, ia dirawat di rumah Bram. Orang tua Bram merestui hubungan mereka dan akan segera menikahkan mereka.

Setelah Bram diterima menjadi guru di Ambon, Ani dan Bram pindah ke ibu kota Maluku itu. Mereka hidup bahagia disana dan dikaruniai dua putri bernama Sina dan Ros.

Demikian juga kakaknya Andi. Setelah menikah dengan Fin, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Steven.