Sastra dalam Berita
MEDAN, Sumatera Utara – Gelombang antusiasme publik melanda ibukota Sumatera Utara hari ini (Kamis, 11 Desember 2025) menyusul kesuksesan besar acara Pagelaran Musikal Puisi ‘Sunyi di Tepi Danau Toba’. Peristiwa sastra yang memadukan deklamasi puitis dengan komposisi musik etnik modern ini viral di media sosial.
| Aspek Jurnalistik | Detail |
| What (Apa) | Pagelaran Musikal Puisi “Sunyi di Tepi Danau Toba.” |
| Who (Siapa) | Diinisiasi oleh Komunitas Sastra Pesisir dan didukung oleh seniman lokal (pembaca puisi dan musisi tradisi Batak). |
| When (Kapan) | Malam ini, Kamis, 11 Desember 2025. |
| Where (Di Mana) | Gedung Seni Taman Budaya Sumatera Utara, Medan. |
| Why (Mengapa Viral) | Kegiatan ini viral karena berhasil menggabungkan isu lingkungan Danau Toba (kebersihan, mitos) dengan sastra dan musik, menarik perhatian generasi muda yang peduli isu daerah. |
| How (Bagaimana) | Tiga belas puisi karya penyair lokal diadaptasi menjadi komposisi musik yang menawan, dipentaskan secara kolaboratif. |
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
Tujuan utama dari pagelaran ini adalah menghidupkan kembali kesadaran ekologis masyarakat Sumatera Utara, khususnya Medan, terhadap kondisi Danau Toba melalui media seni. Manfaatnya, kegiatan ini berhasil mendekatkan sastra kepada audiens non-sastra (khususnya musik etnik), serta mendorong lahirnya genre baru dalam kancah kesenian lokal, yaitu musikalisasi puisi bertema kearifan lokal.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Judul Puisi: Sunyi di Tepi Danau Toba
Karya: (Anonim, Terinspirasi dari Pagelaran)
Danau, kau cermin yang retak di wajah Sumatera.
Seribu tahun sunyi, kini ramai jerit mesin.
Di mana bisik Samosir, di mana riak yang dahulu emas?
Hanya kabut sisa janji, di pelupuk air matamu yang biru.
Ribuan kembung mengapung, menanti takdir pagi.
Lelaki tua di pangkal dermaga, menenun rindu pada ikan yang hilang.
Toba, kau bukan lagi legenda, kau adalah pertanyaan:
Apakah kita lupa, bahwa sunyi pun berhak bersuara?
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.
