Peluncuran Novel Fantasi Historis “Gundala-Gundali Mataram” Keren! Kamis, 11 Desember 2025 di Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta

Diposting pada

Sastra dalam Berita

YOGYAKARTA, D.I. Yogyakarta – Dunia perbukuan di Jawa kembali bergairah setelah acara Peluncuran Novel Fantasi Historis ‘Gundala-Gundali Mataram’ sukses menjadi trending topic lokal. Acara yang dipusatkan di jantung budaya Yogyakarta ini menarik ribuan pembaca dan pegiat literasi.

Aspek Jurnalistik Detail
What (Apa) Peluncuran dan Diskusi Novel “Gundala-Gundali Mataram” oleh penulis muda.
Who (Siapa) Penulis: Aria Senja, bersama kritikus sastra Dr. Ratna Wulandari. Dihadiri ribuan pembaca.
When (Kapan) Kamis, 11 Desember 2025, sepanjang hari.
Where (Di Mana) Auditorium Taman Pintar dan Toko Buku Legendaris di Malioboro.
Why (Mengapa Viral) Novel ini viral karena mengambil latar sejarah Kerajaan Mataram Islam, menggabungkannya dengan elemen fantasi (superhero lokal/siluman), menarik niche pembaca sejarah dan fantasi (historis-fiksi).
How (Bagaimana) Penulis mengadakan book signing masif, diikuti oleh talk show mendalam yang disiarkan langsung melalui media sosial kampus.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan sejarah lokal (Mataram) kepada generasi muda melalui kemasan fiksi yang modern dan menarik, serta meningkatkan minat baca genre Fantasi Historis. Manfaatnya, acara ini memperkuat ekosistem penerbitan independen di Yogyakarta dan menjadi katalisator bagi penulis-penulis muda untuk berani mengangkat tema lokal dengan kualitas global.

Karya Sastra yang Ditampilkan (Novel Fiksi)

Judul Novel: Gundala-Gundali Mataram

Karya: Aria Senja (Kutipan Fiktif)

Malam itu, di bawah bayangan Gunung Merapi yang dingin, Kanjeng Adipati menyadari bahwa musuh sejatinya bukanlah penjajah dari laut, melainkan roh Gundali yang bersemayam dalam dirinya. Kekuatan guntur dan petir yang ia miliki, tak lagi menjadi anugerah, melainkan kutukan. Ia harus memilih: menjadi pahlawan yang melindungi takhta, atau menjadi dewa yang menghancurkan semua yang ia cintai. Sumpah di Candi Borobudur telah dilanggar.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.