Berdiri Aku – Puisi Karya Amir Hamzah

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Pujangga Baru, bentuk: Puisi

Karya: Amir Hamzah

Ini adalah salah satu dari sekian banyak puisi Amir Hamzah yang selalu indah dan kata-kata yang penuh makna

Dari buku: Buah Rindu

Waktu Penulisan:

Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurai puncak
Berjulang datar ubur terkembang

Angin pulang menyejuk bumi
Menepuk teluk mengempas emas
Lari ke gunung memuncak sunyi
Berayun-ayun di atas alas

Benang raja mencelup ujung
Naik marak mengerak corak
Elang leka sayap tergulung
Dimabuk warna berarak-arak

Dalam rupa maha sempurna
Rindu-sendu mengharu kalbu
Ingin datang merasa sentosa
Menyecap hidup bertentu tuju

Kusangka – Puisi Karya Amir Hamzah

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Pujangga Baru, bentuk: Puisi

Karya: Amir Hamzah

Ini adalah salah satu dari sekian banyak puisi Amir Hamzah yang selalu indah dan kata-kata yang penuh makna

Dari buku: Buah Rindu

Waktu Penulisan:

Kusangka cempaka kembang setangkai
rupanya melur telah diseri…
hatiku remuk mengenangkan ini
wangsangka dan was-was silih berganti

Kuharap cempaka baharu kembang
belum tahu sinar matahari…
rupanya teratai patah kelopak
dihinggapi kumbang berpuluh kali

Kupohonkan cempaka
harum mula terserak…
melati yang ada
pandai tergelak…

Mimpiku seroja terapung di paya
teratai putih awan angkasa…
rupanya mawar mengandung lumpur
kaca piring bunga renungan…

Igauanku subuh , impianku malam
kuntum cempaka putih bersih…
kulihat kumbang keliling berlagu
kelopakmu terbuka menerima chembu

Kusangka hauri bertudung lingkup
bulu mata menyangga panah asmara
rupanya merpati jangan dipetik
kalau dipetik menguku segera

Tuhanku apatah Kekal? – Puisi Karya Amir Hamzah

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Pujangga Baru, bentuk: Puisi

Karya: Amir Hamzah

Ini adalah puisi yang luar biasa karya Amir Hamzah, tentang kebesaran Tuhan yang dirangkai dengan kata-kata secara sepunuh hati

Petunjuk: “Apatah” adalah kata tanya untuk menanyakan sesuatu yang tidak memerlukan jawaban

Dari buku: Buah Rindu

Waktu Penulisan:

Tuhanku, suka dan ria
Gelak dan senyum
Tepuk dan lari
Semua lenyap, silam sekali

Gelak bertukaran duka
Suka bersalinkan ratap
Kasih beralih cinta
Cinta pembawa wasangka…

Junjunganku apatah kekal
Apatah tetap
Apatah tak bersalin rupa
Apatah baga sepanjang masa…

Bunga layu disinari matahari
Mahluk berangkat menepati janji
Hijau langit bertukar mendung
Gelombang reda di tepi pantai

Salangkan gagak beralih warna
Semerbak cempaka sekali hilang
Apatah lagi laguan kasih
Hilang semata tiada ketara…

Tuhanku apatah kekal?

Kenangan – Puisi Karya Amir Hamzah

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Pujangga Baru, bentuk: Puisi

Karya: Amir Hamzah

Ini adalah salah satu dari sekian banyak puisi Amir Hamzah yang selalu indah dan kata-kata yang penuh makna

Dari buku: Buah Rindu

Waktu Penulisan:

Tambak beriak intan terberai
kemuncak bambu tunduk melambai
mas kumambang mengisak sampai
merenungkan mata kesuma teratai

Senyap sentosa sebagai sendu
tanjung melampung merangkum kupu
hanya bintang cemerlang mengambang
diawang terbentang sepanjang pandang

Dalam sunyi kudus mulia
murca kanda dibibir kesumba
undung dinda melindung kita
heran kanda menajubkan jiwa

Dinda berbisik rapat di telinga
lengan melengkung memangku kepala
putus-putus sekata dua;
“kunang-kunang mengintai kita”…

Malam – Puisi Karya Amir Hamzah

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Pujangga Baru, bentuk: Puisi

Karya: Amir Hamzah

Ini adalah salah satu dari sekian banyak puisi Amir Hamzah yang selalu indah dan kata-kata yang penuh makna

Dari buku: Buah Rindu

Waktu Penulisan:

Daun bergamit berpaling muka
Mengambang tenang di lautan cahaya
Tunduk mengurai surai terurai
Kelapa lampai melambai bidai

Nyala pelita menguntum melati
Gelanggang sinar mengembang lemah
Angin mengusap menyayang pipi
Balik-berbalik menyerah-nyerah

Air mengalir mengilau-sinau
Riak bergulung pecah-memecah
Nagasari keluar meninjau
Membanding purnama di langit cerah

Lepas rangkum pandan wangi
Terserak harum pemuja rama
Hinggap mendekap kupu berahi
Berbuai-buai terlayang lena

Adikku sayang berpangku guring
Rambutmu tuan kusut melipu
Aduh bahagia bunga kemuning
Diri dihimpit kucupan rindu