Lagu Siul – Puisi Karya Chairil Anwar

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Angkatan 45, bentuk: Puisi

Karya: Chairil Anwar

Ini adalah salah satu puisi dari seorang maestro yaitu Chairil Anwar, dengan kata yang lugas, kaya makna, dan indah untuk difahami

Dari buku: Aku ini Binatang Jalang

Waktu Penulisan: 25 November 1945

Laron pada mati
Terbakar di sumbu lampu
Aku juga menemu
Ajal di cerlang caya matamu

Heran! Ini badan yang selama berjaga
Habis hangus di api matamu
‘Ku kayak tidak tahu saja

Kepada Peminta-minta – Puisi Karya Chairil Anwar

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Angkatan 45, bentuk: Puisi

Karya: Chairil Anwar

Ini adalah salah satu puisi dari seorang maestro yaitu Chairil Anwar, dengan kata yang lugas, kaya makna, dan indah untuk difahami

Dari buku: Deru Campur Debu

Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku

Jangan lagi kau bercerita
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari muka
Sambil berjalan kau usap juga

Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah

Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku

Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku

Doa – Puisi Karya Chairil Anwar

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Angkatan 45, bentuk: Puisi

Karya: Chairil Anwar

Judul Puisi: Doa (kepada pemeluk teguh)

Ini adalah salah satu puisi dari seorang maestro yaitu Chairil Anwar, tentang makna religius, dengan kata yang lugas, kaya makna, dan indah untuk difahami

Dari buku: Deru Campur Debu

(kepada pemeluk teguh)

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Catetan Th. 1946 – Puisi Karya Chairil Anwar

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Angkatan 45, bentuk: Puisi

Karya: Chairil Anwar

Ini adalah salah satu puisi dari seorang maestro yaitu Chairil Anwar, dengan kata yang lugas, kaya makna, dan indah untuk difahami

Dari buku: Aku ini Binatang Jalang

Waktu Penulisan: Tahun 1946

Ada tanganku, sekali akan jemu terkulai
Mainan cahya di air hilang bentuk dalam kabut,
Dan suara yang kucintai ‘kan berhenti membelai.
Kupahat batu nisan sendiri dan kupagut

Kita – anjing diburu – hanya melihat sebagian dari sandiwara sekarang
Tidak tahu Romeo & Juliet berpeluk di kubur atau di ranjang
Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu
Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat.

Dan kita nanti tiada sawan lagi diburu
Jika bedil sudah disimpan, cuma kenangan berdebu;

Kita memburu arti atau diserahkan kepada anak lahir sempat.
Karena itu jangan mengerdip, tatap dan penamu asah,
Tulis karena kertas gersang, tenggorokan kering sedikit mau basah!

Buat Gadis Rasid – Puisi Karya Chairil Anwar

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Lama

Sastra Angkatan 45, bentuk: Puisi

Karya: Chairil Anwar

Ini adalah salah satu puisi dari seorang maestro yaitu Chairil Anwar, dengan kata yang lugas, kaya makna, dan indah untuk difahami

Dari buku: Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus

Waktu Penulisan: Maret 1943

Antara
daun-daun hijau
padang lapang dan terang
anak-anak kecil tidak bersalah, baru bisa lari-larian

burung-burung merdu
hujan segar dan menyebur
bangsa muda menjadi, baru bisa bilang “aku”

Dan
angin tajam kering, tanah semata gersang
pasir bangkit mentanduskan, daerah dikosongi

Kita terapit, cintaku
– mengecil diri, kadang bisa mengisar setapak
Mari kita lepas, kita lepas jiwa mencari jadi merpati

Terbang
mengenali gurun, sonder ketemu, sonder mendarat
– the only possible non-stop flight
Tidak mendapat