Legenda: “Bawang Merah dan Bawang Putih” (Cerita Rakyat Riau)

Waktu itu hari sudah siang dan panas, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya.

Bawang putih melihat dengan sungguh-sungguh setiap jengkal sungai, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana.

Sekarang dia sudah jauh mencari dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya.

Maka Bawang putih bertanya:

“Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.”

Sang Paman pun menjawab;

“Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya”.

Setelah mengucapkan terima kasih, Bawang putih segera berlari kembali menyusuri.

Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba.

Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya

Kemudian ada seorang perempuan tua membuka pintu. Dia menanyakan siapakah Bawang Putih.

Bawang putih pun menjawab dengan segera:

“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut.

Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?”

Sang nenek pun menjawab dengan ramah:

“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?”

“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.

“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu, baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu.

Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?”

Mendengar itu, lalu bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian.

Bawang putih pun merasa iba.

“Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.

Kemudian Bawang Putih selama seminggu tinggal dengan nenek tersebut.

Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek.

Tentu saja nenek itu merasa senang.

Lalu akhirnya sudah satu minggu berlalu, nenek pun memanggil bawang putih.

“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti.

Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!”

Pada awalnya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya.

Tapi akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil.

Mendengar jawaban Bawang Putih, nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah. Mereka lalu saling melambaikan tangan.

Akhirnya Bawang Putih berangkat pulang kembali ke rumah.

Ketika sampai di sana, dengan segera Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya.

Setelah itu dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Berapa terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, ternyata di dalamnya berisi emas permata yang sangat banyak.

Seketika itu juga Bawang Putih berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah.

Tanpa basa-basi mereka dengan serakah langsung merebut emas dan permata tersebut.

Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut.

Akhirnya, dengan jujur Bawang putih pun menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan labu kuning tersebut.

Setelah mengetahui cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya.

→ "Bersambung:" Awal | ← Sebelum | ... | 2 | 3 | Lanjutannya → | Akhir