Legenda: “Bawang Merah dan Bawang Putih” (Cerita Rakyat Riau)

Lalu Bawang Merah segera pergi ke rumah sang nenek. Hingga akhirnya dia sampai di sana yaitu di pinggir sungai.

Mereka pun saling bicara. Juga sama dengan bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu.

Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan.

Jika ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan.

Satu minggu pun berlalu. Setelah itu sang nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. Dia segera melepas Bawang Merah.

Tapi sebelum itu, Bawang Merah bertanya dengan penasaran: “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?”

Kemudian nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan.

Tanpa basa-basi bawang merah dengan cepat mengambil labu yang besar.

Sekarang Bawang Merah sudah memegang labu yang besar, setelah itu tanpa mengucapkan terima kasih dia pun meninggalkan nenek tua tersebut.

Dia pun berangkat dengan senyum puas. Dengan segera dia pulang kembali ke rumah.

Ketika sampai di rumah, bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya.

Dengan serakahnya, dan takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai.

Dengan wajah tak percaya, Bawang Putih pun meninggalkan rumah.

Sementara itu Bawang Merah dan ibunya dengan tidak sabar segera membelah labu tersebut.

Mereka berdua sangat bernafsu membukanya.

Setelah berhasil labu tersebut dibelah, ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain.

Mereka sangat terkejut, sesaat kemudian binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya.

Karena banyak terkena gigitan dan bisa yang mematikan, akhirnya mereka berdua pun tewas.

Sementara itu di lain pihak, Bawang Putih berada di sungai dengan selamat dan tidak kurang suatu pun.

Seperti biasanya, dia selalu tersenyum dan menikmati suasana sungai yang indah.

Itulah perbedaan antara orang yang ikhlas dengan orang serakah. Yang ikhlas mendapat keberuntungan, sedangkan yang serakah justru buntung, malah tewas karena terlalu bernafsu.

Originally posted 2013-11-26 11:19:37. Republished by Blog Post Promoter

→ "Bersambung:" Awal | ← Sebelum | ... | 2 | 3 | Akhir