Legenda: “Malin Kundang” (Cerita Rakyat Sumatera Barat)

Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka di lengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang.

Lalu dengang segera sang ibu berseru, walau pun suaranya agak parau:

“Wahai Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”

Karena sudah lama menunggu dan merasa sangat rindu, tak lupa sang ibu memeluk tubuh sang anak yang sangat dicintainya.

Tapi apa yang terjadi, ada hal yang mengejutkan. Dengan segera Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh.

Dengan angkuhnya Malin pun berkata:

“Wanita tak tahu diri, sembarangan saja engkau mengaku sebagai ibuku”

Ternyata Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping.

Melihat situasi yang yang gaduh ini, kemudian dengan suara yang heran sang istri Malin Kundang lalu bertanya:

“Wahai suamiku, apakah wanita ini adalah ibumu?”

Kembali Malin Kundang menjawab dengan sombongnya:

“Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan hartaku”

Sejenak sang ibu hanya terdiam, hatinya sangat luka. Lalu kemudian setelah mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah.

Dalam hati sang ibu tidak menyangka bahwa anaknya sudah menjadi anak durhaka.

Hati nya makin sedih apalagi mengingat dia sudah lama hidup sendiri. Lama-lama si ibu pun menjadi marah.

Perasaannya tidak terbendung lagi, karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata:

“Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”.

Beberapa saat kemudian mulailah terjadi hal-hal yang aneh. Terdengar angin bergemuruh kencang.

Setelah itu datang pula badai dahsyat yang makin mendekat dan kemudian menghancurkan kapal Malin Kundang.

Setelah seluruh kapal luluh lantak. Serta semua harta Malin Kundang sudah hancur. Semua yang ada di sana sudah porak poranda.

Sekarang suasana tiba-tiba menjadi hening dan sunyi. Hampir tidak ada suara.

Tiba-tiba ada yang aneh terjadi pada Malin Kundang. Tubuhnya perlahan-lahan menjadi kaku.

Setelah itu tubuh Malin tidak bisa bergerak, kemudian mengeras sampai akhirnya menjadi batu sebuah batu. Seperti batu karang laut.

Originally posted 2013-11-30 13:34:38. Republished by Blog Post Promoter

→ "Bersambung:" Awal | ← Sebelum | 1 | 2 | Akhir