Legenda: “Mentiko Betuah” (Cerita Rakyat Aceh)

Setelah beberapa waktu, Rohib pun berfikir sejenak. Kemudian dia memberanikan diri kembali ke istana untuk menghadap kepada ayahnya.

Tapi dia tidak kehilangan akal, sebelum sampai di istana, terlebih dahulu ia memohon kepada Mentiko Betuah

agar memberinya uang yang banyak untuk menggantikan modalnya yang telah dibagi-bagikan kepada orang-orang kampung, dan keuntungan dari hasil dagangannya.

Sesampainya di istana, Ayahnya pun sangat senang menyambut putranya yang telah membawa uang yang banyak dari hasil dagangannya.

Akhirnya, Rohib diterima kembali oleh ayahnya dan terbebas dari ancaman hukuman mati.

Semua itu berkat pertolongan Mentiko Betuah, pemberian ular itu.

Rohib pun menjalani hari-hari yang indah di istana.

Kemudian dia berpikir bagaimana cara untuk menyimpan Mentiko Betuah itu agar tidak hilang.

Hingga kemudian dia dapat akal dan menemukan sebuah cara, yaitu ia hendak menempanya menjadi sebuah cincin.

Setelah itu dia pergi membawa Mentiko Betuah itu kepada seorang tukang emas.

Tapi ternyata tanpa diduga, tukang emas itu menipunya dengan membawa lari benda itu.

Rohib pun kecewa dan mencari cara untuk mendapatkan cincin itu kembali.

Oleh karena Rohib sudah bersahabat dengan hewan-hewan, ia pun meminta bantuan kepada mereka.

Setelah itu tikus, kucing dan anjing pun bersedia menolongnya.

Anjing dengan indera penciumannya, berhasil menemukan jejak si tukang emas, yang telah melarikan diri ke seberang sungai.

Sekarang giliran si Kucing dan si Tikus untuk mencari cara bagaimana cara mengambil cincin itu yang disimpan di dalam mulut tukang emas.

Mereka menemukan sebuah cara, pada tengah malam, si Tikus memasukkan ekornya ke dalam lubang hidung si Tukang Emas yang sedang tertidur.

Tak berapa lama, Tukang Emas itu bersin, sehingga Mentiko Betuah terlempar keluar dari mulutnya.

Dengan sigap kemudian si Tikus segera mengambil benda tersebut. Sekarang Mentiko betuah sudah berada di tangan si tikus.

Tapi sayang, waktu Mentiko Betuah akan dikembalikan kepada Rohib,

si Tikus menipu kedua temannya dengan mengatakan bahwa Mentiko Betuah terjatuh ke dalam sungai.

Tapi kenyataan sebenarnya benda itu ada di dalam mulutnya. Pada saat kedua temannya mencari benda itu ke dasar sungai, ia segera menghadap kepada si Rohib.

Oleh karena itu, si Tikuslah yang dianggap sebagai pahlawan dalam hal ini.

Sedangkan si Kucing dan si Anjing merasa sangat bersalah, karena tidak berhasil membawa Mentiko Betuah.

Akhirnya mereka kembali ke istana. Waktu pun berjalan.

Akhirnya Kucing dan Anjing mengetahui bahwa si Rohib telah menemukan Mentiko Betuahnya, yang dibawa oleh si Tikus.

Dari kenyataan itu, sekarang si Kucing dan si Anjing sudah tahu bahwa si Tikus telah menipu mereka,

berusaha mencari muka kepada Rohib, tanpa menghargai jasa-jasa Kucing dan Anjing, seolah-olah hanya tikus lah yang berjasa.

Kemudian beredarlah kepercayaan pada masyarakat, bahwa berdasarkan cerita Mentiko Betuah ini,

asal mula kenapa anjing dan kucing sangat membenci tikus, seperti yang saat ini bisa kita saksikan.

Originally posted 2013-11-15 16:27:54. Republished by Blog Post Promoter

→ "Bersambung:" Awal | ← Sebelum | ... | 2 | 3 | Akhir