Legenda: “Sangkuriang” (Cerita Rakyat Sunda Jawa Barat)

Dayang Sumbi tahu bahwa syarat tersebut sangat susah diwujudkan, jadi peminangan bisa gagal.

Syarat Dayang Sumbi adalah, Pertama, dia mensyaratkan pemuda itu untuk dapat membendung sungai Citarum.

Syarat yang kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan atau perahu besar untuk menyeberang sungai itu.

Supaya syarat itu makin susah untuk diwujudkan, Dayang Sumbi minta kedua syarat itu harus sudah dapat tercapai sebelum fajar menyingsing.

Untuk mewujudkan syarat yang berat tersebut, maka malam itu Sangkuriang melakukan tapa.

Lalu dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan berat tersebut.

Sementara Dayang Sumbi juga diam-diam mengintip pekerjaan tersebut.

Ketika pekerjaan pemuda tersebut hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota.

Waktu melihat warna memerah di timur kota, Sangkuriang menyangka waktu itu sudah menjelang pagi.

Kemudian dia pun menghentikan pekerjaannya.

Sangkuriang sangat marah dan kecewa. Ini berarti berarti dia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi.

Karena kecewa dan kalap. Lalu dengan kekuatan besar yang dimilikinya, Sangkuriang menjebol bendungan yang dibuatnya.

Akibatnya terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Tak berhenti disitu,

beberapa saat setelahnya Sangkuriang pun menendang perahu besar yang sudah dibuatnya susah payah dibantu dengan kekuatan ghaib yang dia miliki.

Kemudian perahu yang memiliki ukuran yang sangat besar tersebut melayang ke angkasa dan jatuh terbalik dengan suara yang besar.

Setelah sekian lama, perahu besar tersebut menjadi makin keras dan perlahan-lahan membatu.

Hingga kemudian terbentuklah sebuah gunung. Lalu kemudian masyarakat menyebut gunung tersebut Gunung Tangkuban Perahu.

Originally posted 2013-11-13 06:28:14. Republished by Blog Post Promoter

→ "Bersambung:" Awal | ← Sebelum | 1 | 2 | Akhir