Salam Sastra Indonesia
Bersama ini adalah pantun kita hari ini tentang kondisi kehidupan dan kemelaratan di negara kita
Pantun Ranah Minang Menimbang Janji
Pagi basuo di ranah Minang
Kabut turun di kaki Singgalang
Janji manih kini ditimbang
Rakyat minto bukti bukan sekadar bilang
Pantun Dayak Menjaga Alam
Anyam rotan urang Dayak
Dibao turun dari niniak moyang
Hutan hilang bukan sebab jarak
Adat bersuara demi alam panjang
Pantun Bali Menghitung Harga
Gong berbunyi di bale banjar
Canang nyaring tandai upacara
Harga naik makin dikejar kejar
Rakyat kecil berharap negara jaga rasa
Pantun Makassar Menuntut Kerja
Angin sepoi Pantai Losari
Perahu pulang menjelang senja
Anak muda Makassar bersuara kini
Kerja layak bukan sekadar wacana
Pantun Sunda Menanti Keadilan
Ngala cai ka sawah Sunda
Padi nguning hati pun lega
Hukum adil jadi tanya utama
Saat kuasa sering lupa rakyat jelata
Pantun Palembang Tentang Bantuan
Perahu laju di Sungai Musi
Air tenang menyimpan cerita
Bantuan turun jangan pilih kasih lagi
Adil diraso baru disebut negara
Pantun Batak Mengingat Janji
Horas terdengar di Tanah Batak
Langkah tegap penuh percaya
Janji kampanye jangan beranak
Rakyat ingat bukan mudah dilupa
Pantun Papua Menuntut Setara
Jalan pagi di Bumi Cenderawasih
Embun jatuh di daun sagu
Pembangunan adil itu bersih
Bukan sekadar angka di buku mutu
Pantun Melayu Pesisir Bertahan
Jala dijemur pesisir Melayu
Ombak pelan memukul pantai
Sembako naik sudah terlalu
Upah layak ditunggu sampai kini
Pantun Nusa Tenggara dan Iklim
Ladang jagung tanah Nusa Tenggara
Tanah kering diajar bersabar
Iklim berubah kian terasa
Petani menanti solusi benar
Pantun Jawa Menjaga Persatuan
Senja turun di tanah Jawa
Langit merah menutup hari
Beda pilihan jangan jadi luka
Persatuan bangsa harga mati negeri
Demikianlah lantunan sastra kita, semoga terhibur.
