Sinopsis Novel Salah Pilih – Nur Sutan Iskandar

Kemudian Asri memutuskan memilih Saniah sebagai calon istrinya.

Ketika pertunangan, Saniah berusaha menampakkan perilakunya yang sangat baik, ia pun hormat terhadap seluruh keluarga Asri.

Perilaku demikian itu membuat Asri semakin yakin dengan pilihannya itu.

Selang beberapa waktu, maka dilangsungkanlah upacara perkawinan Asri dengan Saniah yang sangat meriah.

Setelah menikah Asri dan Saniah pindah ke Rumah Gadang milik keluarga Asri.

Di rumah inilah diketuhui bahwa perilaku Saniah tidaklah sebaik yang dia perlihatkan sebelum menikah.

Saniah memandang rendah Asnah, hanya karena Asnah adalah anak angkat.

Dia merasa bahwa tidak sepatutnya Asnah disejajarkan dengan dirinya yang berasal dari kaum bangsawan.

Kenyataannya perilaku Saniah begitu angkuh, sering menyindir, bersikap bengis, bahkan mencaci maki yang begitu menyakitkan hati Asnah.

Bahkan terhadap mertuanya Saniah juga bersikap tidak sopan.

Tapi untunglah Asnah adalah seorang gadis tegar dan sabar dan mempunyai hati lapang.

Dia tidak  pernah membalas perlakuan buruk dari iparnya itu.

Semakin lama sifat buruk Saniah semakin menjadi. Bahkan sekarang dia berani melawan suaminya dan sering  berkata-kata kasar.

Sehingga dapat dilihat kalau sifat Saniah tak jauh beda dengan ibunya yaitu Rangkayo Salehah.

Suatu hari Saniah pulang ke rumah orang tuanya saat itu Sidi Sutan, pembantunya datang menjemput.

Yang semula bermaksud menjemput Saniah dan Asri, namun karena pertengkaran itu, jadilah Saniah pulang sendiri tanpa didampingi oleh suaminya.

Orang tua Saniah (Rangkayo Saleah) mendapat informasi bahwa anak laki-lakinya Kaharuddin akan menikah dengan seorang perempuan yaitu anak seorang saudagar batik di kota Padang.

Rangkayo Saleah (Ibu Saniah) sangat  murka dan menganggap gadis tersebut tidak sesuai dengan pilihannya.

Sementara Dt. Indomo ayah Kaharuddin yang juga ayah Saniah, merasa tidak setuju dengan pendapat istrinya itu, karena Ia menganggap bahwa kebahagian anaknya adalah yang utama.

Namun suaminya tersebut pun tidak berdaya akibat keangkuhan Rangkayo Saleah.

Tapi Rangkayo Saleah tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak menyetujui pernikahan Kaharuddin.

Akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi ke Padang untuk menentang pernikahan Kaharuddin.

Saniah yang berada di rumahnya setelah Sidi Sutan menjemputnya dari rumah Gadang diajaknya untuk pergi ke kota Padang.

Dalam perjalanan kendaraan yang mereka tumpangi sempat berhenti. Lalu sejenak Saniah memandang negeri yang ia tinggallkan.

Tapi tidak tahu kenapa, begitu banyak yang ia ingat saat ia memandang Rumah Gadang yang nampak jelas terlihat dari kejauhan.

Tiba-tiba ia teringat akan suaminya, yang begitu sayang terhadapnya, ia telah durhaka terhadap suaminya, teringat ia akan dosa-dosa yang telah ia perbuat terhadap Asnah.

Setelah lama  memandang, seakan-akan ia akan pergi jauh.  Lalu perjalanan mereka dilanjutkan.

Rangkayo Saleah menyuruh sang sopir untuk cepat dan ngebut supaya segera sampai ke tujuan.

Sang sopir pun gembira ketika Rangkayo Saleah menyuruhnya untuk memacu kendaraannya dengan cepat.

Baginya inilah saatnya untuk memperlihatkan kelihaiannya dalam mengendalikan mobil, walaupun jalanan berkelok tajam dan  tebingnya yang begitu curam.

Tapi yang terjadi, sang sopir kehilangan kendalinya, dan mobil jatuh terbalik dan masuk ke dalam sungai yang kering.

Rangkayo Saleah meninggal di tempat kejadian, sementara Saniah yang masih bernafas segera diselamatkan orang-orang dan dibawa ke rumah sakit.

Tapi karena kecelakaan yang dialaminya cukup parah, akhirnya Saniah pun meninggal dunia setelah sempat bertemu dan meminta maaf kepada suaminya.

Asri pun menjadi duda, dan  banyak lamaran datang kepada Asri setelah itu. Tapi dia tak ingin salah pilih lagi.

Ia memutuskan jika ia hendak menikah lagi, ia hanya akan menikah dengan orang yang sudah sangat dikenal oleh dirinya dan dapat menjadi kawan yang selalu ada dalam susah, sedih, senang dan gembira.

Akhirnya Asri memilih Asnah. Ia yakin bahwa Asnah lah satu-satunya perempuan terbaik bagi dirinya, karena sudah kenal sejak lama.

Akhirnya Asri datang ke rumah Asnah dan mengutarakan niatnya untuk menikah dengan Asnah secara diam-diam.

Karena mereka tahu bahwa pernikahan mereka pastilah di tentang oleh adat dan masyarakat di daerah mereka yang tidak membenarkan adanya suatu pernikahan sesama suku.

Adat tersebut mengatakan bahwa jika ada yang menikah dengan saudara sesuku maka konsekuensinya mereka harus di usir dari daerah tersebut.

→ "Bersambung:" Awal | ← Sebelum | ... | 2 | 3 | Lanjutannya → | Akhir