Sastra dalam Berita
Makassar, Sulawesi Selatan — Pertunjukan drama epik berjudul “Benteng Tanpa Lautan” yang mengangkat isu-isu sastra perkotaan dan konflik pembangunan di Makassar menjadi trending topic di media sosial hari ini. Penonton memuji narasi yang tajam dan pementasan yang berani.
Rangkuman Berita Viral (5W+1H)
-
What (Apa): Tiga peristiwa viral: (1) Pementasan drama di sebuah galeri seni yang telah dialihfungsikan menjadi ruang teater. (2) Flashmob pembacaan puisi massal di sekitar Benteng Rotterdam. (3) Diskusi sastra kritis mengenai peran penulis dalam menyuarakan isu reklamasi.
-
When (Kapan): Pementasan utama berlangsung tadi malam dan flashmob di pagi hari, Rabu, 10 Desember 2025.
-
Where (Di Mana): Acara ini berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan, mengambil setting Benteng Rotterdam dan area pantai.
-
Why (Mengapa): Drama dan kegiatan sastra ini bertujuan menyuarakan kegelisahan seniman terhadap modernisasi yang mengorbankan ruang publik dan sejarah lokal.
-
Who (Siapa): Diinisiasi oleh Kelompok Teater Sastra Bugis-Makassar dengan kolaborasi seniman visual.
-
How (Bagaimana): Pementasan ini menggunakan bahasa Indonesia dengan sisipan logat Makassar yang kuat dan teknik performance art yang memadukan tarian Pa’gellu dengan musik elektronik.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
-
Tujuan: Menjadikan sastra sebagai alat kritik sosial yang efektif dan membuka mata masyarakat terhadap isu-isu krusial perkotaan (urbanisasi, reklamasi).
-
Manfaat: Mendorong terciptanya karya sastra lokal yang berani, memberikan wadah bagi seniman teater kontemporer, dan memicu refleksi publik terhadap kota yang mereka tinggali.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Kutipan Dialog Dramatik: “Benteng Tanpa Lautan”
Tokoh DAGANG: Benteng ini dibangun untuk menatap lautan, bukan menatap gedung pencakar langit. Mereka mengambil pasir, mereka mengambil air, mereka mengambil cakrawala. Apa yang tersisa? Cuma paragraf kosong di buku sejarah yang basah oleh air mata garam.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

