Gurindam Fasal Satu – Puisi Karya Raja Ali Haji

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Terpendam yang Selalu Dikenang

Sastra angkatan Pujangga Lama, bentuk: Gurindam

Karya: Raja Ali Haji

Ini adalah karya sastra yang sudah sangat lama dan menjadi cikal bakal Sastra Indonesia sekarang.

Inilah salah satu karya legendaris yang nilai keindahannya sangat tinggi, sehingga selalu dikenang dari masa ke masa.

Nuansa agama dan kecintaan terhadap Allah swt menjadi unsur utama dalam karya ini.

Dari buku: Gurindam Dua Belas gubahan Raja Ali Haji

Waktu penulisan: tahun 1846

Barang siapa tiada memegang agama
Segala-gala tiada boleh dibilangkan nama

Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma’rifat

Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah

Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal Tuhan yang bahri

Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang teperdaya

Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat

Gurindam Fasal Lima – Puisi Karya Raja Ali Haji

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Terpendam yang Selalu Dikenang

Sastra angkatan Pujangga Lama, bentuk: Gurindam

Karya: Raja Ali Haji

Ini adalah karya sastra yang sudah sangat lama dan menjadi cikal bakal Sastra Indonesia sekarang.

Inilah salah satu karya legendaris yang nilai keindahannya sangat tinggi, sehingga selalu dikenang dari masa ke masa.

Nuansa agama dan kecintaan terhadap Allah swt menjadi unsur utama dalam karya ini.

Dari buku: Gurindam Dua Belas gubahan Raja Ali Haji

Waktu penulisan: tahun 1846

Jika hendak mengenal orang yang berbangsa
Lihatlah kepada budi dan bahasa

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia sia

Jika hendak melihat orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia

Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu

Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal

Jika hendak melihat orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

Gurindam Fasal Sebelas – Puisi Karya Raja Ali Haji

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Terpendam yang Selalu Dikenang

Sastra angkatan Pujangga Lama, bentuk: Gurindam

Karya: Raja Ali Haji

Ini adalah karya sastra yang sudah sangat lama dan menjadi cikal bakal Sastra Indonesia sekarang.

Inilah salah satu karya legendaris yang nilai keindahannya sangat tinggi, sehingga selalu dikenang dari masa ke masa.

Nuansa agama dan kecintaan terhadap Allah swt menjadi unsur utama dalam karya ini.

Dari buku: Gurindam Dua Belas gubahan Raja Ali Haji

Waktu penulisan: tahun 1846

hendaklah berjasa
kepada yang sebangsa

hendaklah jadi kepala
buang perangai yang cela

hendak memegang amanat
buanglah khianat

hendak marah
dahulukan hujjah

hendak dimalui
jangan memalui

hendak ramai
murahkan perangai

Gurindam Fasal Delapan – Puisi Karya Raja Ali Haji

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Terpendam yang Selalu Dikenang

Sastra angkatan Pujangga Lama, bentuk: Gurindam

Karya: Raja Ali Haji

Ini adalah karya sastra yang sudah sangat lama dan menjadi cikal bakal Sastra Indonesia sekarang.

Inilah salah satu karya legendaris yang nilai keindahannya sangat tinggi, sehingga selalu dikenang dari masa ke masa.

Nuansa agama dan kecintaan terhadap Allah swt menjadi unsur utama dalam karya ini.

Dari buku: Gurindam Dua Belas gubahan Raja Ali Haji

Waktu penulisan: tahun 1846

Barangsiapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya

Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya

Lidah yang suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya

Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya kabar

Orang yang suka menampakan jasa
Setengah daripada syirik mengaku kuasa

Kejahatan diri sembunyikan
Kebajikan diri diamkan

Keaiban orang jangan dibuka
Keaiban diri hendaklah sangka

Gurindam Fasal Sembilan – Puisi Karya Raja Ali Haji

— Tim indoSastra Pencari Karya Sastra Terpendam yang Selalu Dikenang

Sastra angkatan Pujangga Lama, bentuk: Gurindam

Karya: Raja Ali Haji

Ini adalah karya sastra yang sudah sangat lama dan menjadi cikal bakal Sastra Indonesia sekarang.

Inilah salah satu karya legendaris yang nilai keindahannya sangat tinggi, sehingga selalu dikenang dari masa ke masa.

Nuansa agama dan kecintaan terhadap Allah swt menjadi unsur utama dalam karya ini.

Dari buku: Gurindam Dua Belas gubahan Raja Ali Haji

Waktu penulisan: tahun 1846

Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan

Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah Iblis punya penggawa

Kepada segala hamba-hamba raja
Di situlah syaitan tempatnya manja

Kebanyakan orang yang muda-muda
Di situlah syaitan tempat bergoda

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Di situlah syaitan punya jamuan

Adapun orang tua yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat

Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaituan jadi berseteru