Sastra dalam Berita
Di Ambon, Maluku, hari ini diselenggarakan “Pesta Cerita Rakyat Timur Etnik”. Acara ini sukses menarik perhatian nasional karena menjadi festival pertama yang mengumpulkan storyteller (penutur cerita) dari berbagai suku di Maluku dan Papua untuk berbagi kisah-kisah lisan mereka di panggung terbuka. Keunikan logat dan kekayaan mitologi lokal menjadi magnet bagi wisatawan dan peneliti budaya.
| Kategori | Detail (5W+1H) |
| What (Apa) | Festival penceritaan lisan (sastra lisan) yang menampilkan mitos dan legenda dari Maluku dan Papua. |
| When (Kapan) | Hari ini, 17 November 2025, berlangsung sejak siang hingga malam hari. |
| Where (Di Mana) | Taman Budaya Maluku dan panggung terbuka di Teluk Ambon, Maluku. |
| Who (Siapa) | Para sesepuh adat dan penutur cerita muda dari berbagai nagari Maluku dan suku-suku Papua. |
| Why (Mengapa) | Mencatat dan mempopulerkan kembali sastra lisan Maluku-Papua yang terancam hilang, dan memperkuat identitas budaya Kepulauan Rempah. |
| How (Bagaimana) | Penutur cerita tampil dengan pakaian adat, menggunakan alat musik tradisional (Tifa/Totobuang) sebagai iringan, dan menceritakan legenda kuno tentang laut dan gunung. |
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra:
Tujuan utamanya adalah dokumentasi dan pewarisan sastra lisan. Manfaatnya adalah memperkaya khazanah sastra nasional dengan keragaman cerita dari Timur Indonesia dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi storyteller muda sebagai duta budaya daerah mereka.
Karya Sastra yang Ditampilkan:
Kutipan fiktif dari cerita rakyat Maluku yang dibawakan:
“Mereka bilang, di dasar laut Banda, ada istana karang yang dibangun oleh Ikan Lomboh yang disihir. Di sanalah tersimpan mutiara yang paling terang. Mutiara itu bukan benda, anakku, melainkan kata-kata yang diucapkan oleh leluhur kita, dijaga ombak dan dijanjikan ke darat setiap purnama tiba.“
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

