Simposium Puisi Senja di Tengah Laut, Indah Banget! 17 November 2025 di Labuan Bajo, NTT

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Di destinasi wisata super prioritas, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini diselenggarakan “Simposium Puisi Senja di Tengah Laut”.

Acara ini melibatkan puluhan penyair nasional dan internasional yang berlayar dengan kapal Phinisi, membacakan puisi di tengah laut saat matahari terbenam. Pemandangan alam yang spektakuler dan puisi filosofis menciptakan momen yang sangat viral di media sosial.

Kategori Detail (5W+1H)
What (Apa) Simposium pembacaan dan diskusi Puisi Senja di atas kapal Phinisi.
When (Kapan) Sore hari ini, 17 November 2025, saat momen matahari terbenam.
Where (Di Mana) Di atas kapal Phinisi yang berlayar di sekitar Pulau Komodo, Labuan Bajo, NTT.
Who (Siapa) Penyair terkemuka Indonesia dan writer in residence internasional.
Why (Mengapa) Merayakan keindahan alam NTT sebagai sumber inspirasi sastra dan mendorong genre puisi alam (nature poetry) di Indonesia.
How (Bagaimana) Kapal berlayar menuju sunset point. Para penyair bergiliran membacakan karya mereka dengan latar belakang perbukitan Flores dan laut yang memerah.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra:

Tujuan utama adalah mengintegrasikan sastra dengan pariwisata berkelanjutan dan menghadirkan sastra dalam ruang yang tidak konvensional. Manfaatnya adalah meningkatkan profil NTT sebagai destinasi sastra dan menghasilkan karya-karya puisi baru yang terinspirasi langsung dari keunikan ekosistem dan lanskap kepulauan ini.

Karya Sastra yang Ditampilkan:

Puisi fiktif yang paling banyak dikutip saat pembacaan (fiksi):

“Epilog Perahu di Timur”

Senja di Flores adalah luka yang merah, Mengapa kita takut pada gelapnya sejarah? Di sini, layar Phinisi adalah metafora rindu, Dan setiap gelombang membawa kabar, dari batu ke kalbu.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.