Lomba Cipta Syair “Sungai Kehidupan”, Menawan! 14 November 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Rangkuman Berita Sastra Viral (5W+1H)

Unsur Jurnalistik Deskripsi Sastra Viral
What (Apa) Pelaksanaan final Lomba Cipta Syair Pantun Modern bertema “Sungai Kehidupan” yang berfokus pada pelestarian lingkungan sungai.
When (Kapan) Hari ini, Jumat, 14 November 2025, di tepi sungai.
Where (Di Mana) Pasar Terapung, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Why (Mengapa Viral) Lomba ini viral karena diselenggarakan langsung di perahu Pasar Terapung, dengan juri dari sastrawan Melayu dan Banjar ternama, dan semua peserta membacakan syairnya di atas jukung.
Who (Siapa Pelaku) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel bersama Komunitas Sastra Banjar.
How (Bagaimana Terjadi) Video pembacaan syair pemenang yang sangat menyentuh mengenai polusi Sungai Barito menjadi trending topic di Twitter lokal, meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kebersihan sungai.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan: Untuk mempopulerkan kembali tradisi pantun dan syair Melayu-Banjar sebagai medium kritik sosial dan kampanye lingkungan, sekaligus merayakan identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai.

Manfaat: Menumbuhkan kecintaan terhadap sastra daerah, meningkatkan kesadaran ekologis di masyarakat tepi sungai, dan mempromosikan pariwisata budaya berbasis sungai.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Judul Syair: Air Mata Sungai Barito (Kutipan)

Di Muara Kuin sunyi tak bersuara,

Jukung terapung lesu tak bertenaga.

Dulu sungai tempat kami bersua,

Kini sampah berserak tak terkira.

Wahai anak Banjar dengarlah pesan,

Jangan cemari sungai warisan.

Jika air keruh tak lagi menawan,

Ke mana lagi kita akan berlabuh kawan.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.