Diskusi Sastra Lintas Agama “Harmoni Aksara di Pura”, Mempesona! Jumat, 12 Desember 2025 di Kabupaten Gianyar, Bali

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Di Bali, kegiatan sastra yang menjadi sorotan adalah inisiatif yang menggabungkan dimensi spiritual dan keragaman budaya.

Rangkuman 3 Peristiwa Viral Sastra di Gianyar

  1. Pembacaan Puisi di Pura Tirta Empul: Acara pembacaan puisi yang bertema air suci, toleransi, dan siklus kehidupan yang diadakan di area Pura, memicu keindahan visual dan resonansi spiritual di media sosial.

  2. Peluncuran E-Buku Dwi-Bahasa: Peluncuran e-buku puisi dua bahasa (Bali dan Indonesia) yang membahas isu tumpang tindih modernisasi dan tradisi, menarik perhatian akademisi dan turis.

  3. Workshop Penulisan Lontar Modern: Komunitas sastra mengadakan workshop penulisan menggunakan teknik tradisional lontar untuk menulis cerita pendek kontemporer.

Analisis Jurnalistik 5W+1H

  • What (Apa): Diskusi Sastra Lintas Agama bertajuk “Harmoni Aksara di Pura” yang fokus pada dialog sastra dan spiritualitas.

  • When (Kapan): Hari ini, Jumat, 12 Desember 2025.

  • Where (Di mana): Balai Budaya Gianyar dan sesi pembacaan di Pura Tirta Empul.

  • Why (Mengapa): Untuk menunjukkan peran sastra sebagai jembatan dialog lintas budaya dan agama di Bali, serta melestarikan narasi lokal.

  • Who (Siapa): Digelar oleh Komunitas Sastra Saraswati bekerjasama dengan influencer kebudayaan dan tokoh agama setempat.

  • How (Bagaimana): Acara melibatkan pembacaan mantra, disusul pembacaan puisi, dan diakhiri dengan diskusi terbuka yang menampilkan panelis dari berbagai latar belakang iman.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan:

  1. Menciptakan karya sastra yang relevan dengan nilai-nilai filosofis Bali (Tri Hita Karana) dan toleransi.

  2. Mempromosikan Bali bukan hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga pusat intelektual sastra.

Manfaat:

  • Memperkuat identitas sastra Bali di kancah nasional dan internasional.

  • Mendorong penulis muda untuk menggali kearifan lokal dalam karya mereka.

  • Memberikan sudut pandang baru bagi wisatawan tentang kedalaman budaya Bali.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Judul Puisi: “Air yang Bicara di Hulu Pura” (Oleh: Sastrawan Lokal)

Air dari hulu bicara tanpa aksara. Ia mengalir, saksi sunyi dari segala upacara. Di bawah terik dewa, dan bisik angin pura, Kita sama-sama mencari makna dari doa. Aksara hanyalah wadah, kebenaran adalah tirta. Di antara keramaian Denpasar dan sepi Gianyar, Sastra adalah janji, bahwa bumi ini belum tua.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.