Bengkel Menulis Hikayat Senja Menawan! Sabtu, 6 Desember 2025 di Jayapura, Papua

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Rangkuman Berita Sastra Viral (5W+1H)

Apa (What): Program intensif Bengkel Menulis Hikayat Senja Papuani yang berfokus pada jurnalisme sastra dan penulisan cerita berdasarkan pengalaman hidup, dengan fokus pada eksplorasi keindahan alam dan budaya lokal.

Kapan (When): Bengkel menulis yang dihadiri puluhan peserta dari Maluku dan Papua ini diadakan hari ini, Sabtu, 6 Desember 2025, sepanjang hari penuh.

Di mana (Where): Kegiatan dilaksanakan di Taman Imbi, Jayapura, Provinsi Papua, dekat Teluk Yos Sudarso, memanfaatkan pemandangan sebagai sumber inspirasi.

Mengapa (Why): Tujuannya adalah menggali dan mendokumentasikan kearifan lokal serta cerita rakyat Maluku dan Papua melalui pendekatan sastra yang otentik.

Siapa (Who): Bengkel ini diampu oleh sastrawan senior dan jurnalis sastra yang berfokus pada narasi dari Timur Indonesia.

Bagaimana (How): Para peserta diajak menulis di lokasi terbuka (tepi pantai dan hutan) dan kemudian mendiskusikan hasil karyanya, memadukan observasi lapangan dengan teknik penulisan literary non-fiction.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan utama adalah menciptakan narasi tandingan yang otentik mengenai Timur Indonesia, melawan stereotip yang ada. Manfaatnya:

  • Kekayaan Arsip Sastra: Menghasilkan puluhan karya baru yang kaya akan konteks budaya dan alam Maluku-Papua.

  • Jurnalisme Sastra SEO: Memperkuat keberadaan Jurnalisme Sastra Papua dalam pencarian daring, menarik perhatian media dan penerbit nasional/internasional.

  • Pemberdayaan Penulis Lokal: Memberikan pelatihan profesional kepada penulis daerah untuk menerbitkan karya mereka.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Kutipan Sastra yang dihasilkan peserta bengkel hari ini:

“Nyanyian Senja di Holtekamp”

Oleh: Penulis Muda Papua

Kami tak butuh dongeng dari buku tebal. Dongeng kami adalah suara ombak yang memecah, Dan janji dari matahari yang tenggelam di balik tanjung. Setiap hari, Papua menulis puisinya sendiri, Dengan tinta dari getah pohon matoa.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.