Diskusi Buku Etnografi Sastra, Keren! Senin, 24 November 2025 di Kota Makassar Sulawesi Selatan

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Di Makassar, diskusi buku non-fiksi yang menggabungkan etnografi dan sejarah maritim, berjudul “Jejak Pelaut Bugis: Sastra sebagai Peta Nusantara”, menjadi perbincangan hangat.

Acara ini viral di kalangan akademisi dan peneliti karena pendekatannya yang unik, dicari dengan kata kunci #SastraBugis dan #JejakPelaut.

Peristiwa Viral dalam Rangkuman 5W+1H:

  1. Relevansi Epik La Galigo (What & Why): Diskusi ini mengaitkan epik kuno La Galigo dengan temuan-temuan arkeologis, Why untuk membuktikan bahwa sastra adalah catatan sejarah yang valid dan bukan sekadar mitos.

  2. Debat Panas Antar Sejarawan (How): Pemicu viral adalah debat sengit antara penulis buku dengan dua sejarawan senior mengenai interpretasi pelayaran kuno, disiarkan secara live dari Where kampus Universitas Hasanuddin (Unhas).

  3. Pembukaan Program Beasiswa Sastra (Who): Diskusi ini juga digunakan sebagai momen untuk mengumumkan beasiswa bagi mahasiswa yang tertarik mengkaji sastra-sastra etnis di Sulawesi.

Tujuan kegiatan ini adalah mengangkat sastra non-fiksi dan sastra etnik sebagai sumber pengetahuan yang setara dengan ilmu pasti. Manfaatnya adalah memperluas wawasan sejarah masyarakat dan mendorong munculnya penelitian interdisipliner antara sejarah, antropologi, dan sastra.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Judul: Jejak Pelaut Bugis: Sastra sebagai Peta Nusantara (Buku Non-Fiksi/Etnografi) Bab Paling Viral:

Bab 4: Mengurai Sureq Galigo—Filsafat Pelayaran dan Kepercayaan Pra-Islam Orang Bugis.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.