Seminar Bahasa Melayu Klasik, Mempesona! Senin, 24 November 2025 di Tanjungpinang Kepulauan Riau

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Fokus sastra di Kepulauan Riau hari ini tertuju pada Seminar Internasional Bahasa Melayu Klasik di Tanjungpinang. Acara ini viral karena mengundang ahli sastra dari Malaysia dan Singapura untuk membahas warisan Raja Ali Haji, menjadikan diskusi ini inti dari pencarian #BahasaMelayu dan #SastraKlasik.

Peristiwa Viral dalam Rangkuman 5W+1H:

  1. Pembahasan Tuhfat al-Nafis (What & Why): Seminar ini membahas secara mendalam naskah klasik karya Raja Ali Haji, Why untuk memposisikan kembali Tanjungpinang sebagai poros peradaban Melayu dan mendiskusikan pengaruhnya pada Bahasa Indonesia modern.

  2. Deklarasi Warisan Sastra (Who & Where): Diadakan di Balai Adat Melayu, seminar ini dihadiri oleh pejabat daerah dan budayawan, yang mendeklarasikan komitmen untuk memasukkan Bahasa Melayu Klasik ke dalam kurikulum lokal.

  3. Pameran Manuskrip Kuno (How): Bagian dari seminar ini adalah pameran manuskrip asli yang terawat baik, ditampilkan menggunakan teknologi hologram agar pengunjung dapat berinteraksi dengan visual naskah kuno tersebut.

Tujuan kegiatan ini adalah mempertahankan dan menyebarluaskan warisan intelektual sastra Melayu klasik yang merupakan akar dari Bahasa Indonesia. Manfaatnya adalah memperkuat identitas kultural wilayah dan mendorong kajian filologi di kalangan akademisi.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Judul: Syair Guru yang Tak Terlihat (Adaptasi dari Gaya Naskah Raja Ali Haji) Kutipan Kuno:

Fasal di sini hamba bermula, Menceritakan adat yang mulia; Bahwa ilmu itu tiada bersahaja, Melainkan petunjuk hati yang merdeka.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.