Malam Sastra Timur: Tarian dan Sajak, Keren! Rabu, 26 November 2025 di Ambon, Maluku

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Ambon, Maluku hari ini menggelar Malam Sastra Timur: Tarian dan Sajak, sebuah kegiatan sastra Indonesia yang viral karena format pertunjukannya yang unik dan emosional.

Acara ini memadukan Kolaborasi Tari Tradisional dengan Pembacaan Puisi, di mana tarian menjadi visualisasi narasi sajak yang fokus pada isu identitas dan kepulauan. Kegiatan sastra Maluku Papua ini juga menyediakan sesi Open Mic yang ramai diikuti oleh penyair muda.

  • Apa (What): Malam pertunjukan kolaboratif antara seni tari dan pembacaan puisi, bertajuk “Sastra Timur.”

  • Siapa (Who): Komunitas Sastra Pela Gandong dan sanggar seni lokal, didukung oleh Balai Bahasa Maluku.

  • Kapan (When): Malam hari, Rabu, 26 November 2025.

  • Di Mana (Where): Lapangan Merdeka, Ambon.

  • Mengapa (Why): Untuk memberikan platform bagi ekspresi sastra lisan Maluku dan Papua, serta membahas isu-isu sosial dan identitas kepulauan melalui medium seni.

  • Bagaimana (How): Puisi dibacakan secara dramatis, diikuti oleh penari yang menginterpretasikan makna kata-kata tersebut, menciptakan pertunjukan multisensori yang memukau.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

  • Tujuan: Memperkuat narasi Indonesia Timur dalam peta sastra nasional.

  • Manfaat: Mendorong apresiasi terhadap seni pertunjukan lokal, menyalurkan bakat sastra generasi muda, dan membantu proses rekonsiliasi budaya melalui narasi-narasi kolektif.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Puisi: “Jejak Rempah di Laut Biru” (Kutipan)

Laut Ambon bukan hanya air, ia adalah saksi. Saksi bisu dari aroma cengkeh yang berlayar ke seluruh dunia, membawa serta luka, juga kebanggaan. Di setiap ombak yang pecah di pantai, ada sajak yang belum selesai: tentang pulang yang tak pernah usai, dan janji yang diikat oleh deburan pasang.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.