Puncak Acara Festival Puisi Jalur Rempah, Indah Banget! 18 November 2025 di Padang, Sumatera Barat

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Analisis Jurnalistik (5W+1H)

Apa (What): Puncak Acara Festival Puisi Jalur Rempah. Menjadi viral setelah cuplikan video pembacaan puisi diiringi talempong pacik disebarkan luas.

Kapan (When): Puncaknya terjadi pada 18 November 2025.

Di mana (Where): Kawasan Pantai Padang, Sumatera Barat.

Siapa (Who): Melibatkan ratusan penyair, termasuk tamu regional dari Malaysia dan Singapura.

Mengapa (Why): Bertujuan mengangkat narasi sejarah rempah dan kaitannya dengan budaya lokal Minangkabau.

Bagaimana (How): Menghadirkan Pembacaan Puisi Terbuka, Penganugerahan Anugerah Sastra Rempah, dan Workshop penulisan puisi naratif sejarah.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

  • Tujuan: Merevitalisasi dan mempromosikan sejarah Jalur Rempah Nusantara melalui medium puisi.

  • Manfaat: Meningkatkan kunjungan wisata budaya di Padang dan memperkuat identitas lokal melalui integrasi puisi dengan seni tradisional Minang.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Nadi Pelabuhan Tua (Karya: Riza Piliang)

Ombak menghantam, tapi bukan karam. Ini Padang, bukan sekadar garam. Lada mengalir, cengkeh berlayar, Di bawah atap bagonjong yang tak pernah pudar. Anak daro bertanya, Siapa yang membangun dermaga ini? Bukan emas, bukan perak, Tapi diksi yang mengikat rindu, pada akar yang tak lekang.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.