Sastra dalam Berita
Analisis Jurnalistik (5W+1H)
Apa (What): Seminar Internasional Novel Maritim Kepulauan. Membahas novel-novel kontemporer yang mengangkat isu human trafficking dan krisis identitas Melayu di perbatasan laut.
Kapan (When): Dilaksanakan pada 18 November 2025.
Di mana (Where): Gedung Gonggong, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Siapa (Who): Menghadirkan kritikus sastra dari Malaysia, Thailand, dan Indonesia.
Mengapa (Why): Mendorong penulisan fiksi yang merefleksikan realitas sosial dan budaya masyarakat maritim di perbatasan.
Bagaimana (How): Mengadakan diskusi panel mengenai Peran Sastra dalam Menghadapi Kriminalitas Lintas Batas dan Workshop penulisan novel berbasis riset historis.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
-
Tujuan: Menjadikan sastra sebagai medium kritik sosial terhadap isu-isu maritim yang kompleks.
-
Manfaat: Meningkatkan kesadaran internasional terhadap isu sosial di perbatasan laut dan memperkuat identitas Indonesia sebagai negara kepulauan melalui narasi sastra.
Karya Sastra yang Ditampilka
Kutipan Novel: Pelayaran Senyap Pulau Tujuh (Novel: Jaring oleh Amir Syahputra)
Perahu itu bergerak, sunyi, tak ada layar, hanya mesin tua yang bergetar. Ia membawa janji palsu dan mimpi yang tersisa. Di antara garis batas yang diciptakan peta, kami hanyalah sekumpulan titik, berlayar tanpa paspor, tanpa harapan. Lautan itu luas, namun ruang gerak kami sempit. Di pulau-pulau kecil ini, air mata tak asin lagi, sebab sudah bercampur dengan air laut.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

