Pameran Ilustrasi Puisi dan Dongeng Laut, Indah Banget! Minggu, 9 November 2025 di Kota Ambon, Maluku

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Kegiatan sastra yang viral di wilayah Maluku dan Papua adalah pameran yang mengombinasikan sastra (puisi dan dongeng) dengan seni visual, berfokus pada kekayaan laut.

  • Apa (What): Pameran kolaborasi Ilustrasi Puisi dan Dongeng Lokal bertema Laut Seribu Cerita, menampilkan visualisasi kisah lisan dari Maluku dan Papua.
  • Kapan (When): Minggu, 9 November 2025, acara puncak adalah diskusi bersama ilustrator dan penyair.
  • Di Mana (Where): Benteng Victoria, Kota Ambon.
  • Siapa (Who): Ilustrator dan seniman visual lokal, penyair dari komunitas sastra Ambon dan Jayapura, didukung oleh komunitas storytelling setempat.
  • Mengapa (Why): Untuk menarik perhatian publik terhadap sastra lisan dan puisi dari Indonesia Timur dengan pendekatan visual yang kuat, serta mengangkat keindahan alam laut sebagai inspirasi (powerful SEO: dongeng laut Maluku, ilustrasi sastra Papua, seni Ambon).
  • Bagaimana (How): Karya ilustrasi (digital dan manual) dipamerkan di ruang terbuka benteng. Terdapat sesi dongeng lisan interaktif dan pembacaan puisi yang ditampilkan dengan motion graphic.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan utama adalah melestarikan dongeng dan kisah lisan Maluku-Papua, sekaligus menunjukkan potensi kolaborasi antara sastra dan seni rupa. Manfaat yang didapat adalah:

  1. Pendokumentasian visual terhadap sastra lisan yang rentan hilang.
  2. Meningkatkan apresiasi seni dan sastra di kalangan masyarakat lokal dan wisatawan.
  3. Mengangkat isu konservasi laut melalui narasi budaya.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Karya Sastra: Dongeng Lisan (Ditranskripsi dan Diilustrasikan)

Judul Dongeng Paling Disorot Kutipan Transkripsi Paling Viral (Simulasi)
“Kisah Putri Duyung dan Mutiara Banda” Katanya, di bawah laut paling biru ada rumah bagi kata-kata yang tak terucapkan. Dan setiap kali nelayan pulang membawa ikan, ia membawa pulang satu penggalan dongeng yang hilang dari mulut Putri Laut. Dengarkan baik-baik, jangan sampai angin membawanya pergi.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.