Workshop Penulisan Fiksi Populer Bertema Sejarah Lokal, Asyiknya! Minggu, 9 November 2025 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Kegiatan sastra yang viral di Sulawesi adalah workshop dan pitching forum yang bertujuan mengawinkan sejarah lokal dengan genre fiksi populer.

  • Apa (What): Workshop intensif Penulisan Fiksi Sejarah Lokal dengan tema utama “Menggali Kisah I La Galigo untuk Fiksi Populer”.
  • Kapan (When): Minggu, 9 November 2025, dimulai pagi hari.
  • Di Mana (Where): Pusat Kebudayaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
  • Siapa (Who): Penulis novel best-seller nasional yang memiliki latar belakang sejarah, didampingi kurator naskah e-book lokal.
  • Mengapa (Why): Untuk mengangkat epik lokal I La Galigo dan sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi menjadi bacaan fiksi populer (seperti fantasy atau historical romance) yang digemari pasar, terutama remaja (powerful SEO: fiksi sejarah populer, I La Galigo novel, penulisan fiksi Makassar).
  • Bagaimana (How): Peserta diajarkan teknik meriset sejarah untuk plot fiksi, membangun karakter dari tokoh mitos, dan diakhiri dengan sesi pitching ide di depan penerbit digital.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan utama adalah mendorong kreasi fiksi yang berakar pada budaya dan sejarah Sulawesi, menjadikannya warisan yang mudah diakses dan diserap publik modern. Manfaat yang didapat adalah:

  1. Melahirkan penulis-penulis fiksi populer baru yang mengangkat tema lokal.
  2. Memperkenalkan Epik I La Galigo kepada pembaca global melalui genre yang disukai (commercial value).
  3. Meningkatkan kualitas penulisan fiksi di wilayah timur Indonesia.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Karya Sastra: Epik Kuno (Naskah I La Galigo)

Judul Fiksi Populer yang Dikonsepkan Kutipan Ide yang Viral (Simulasi)
“Cinta dan Pedang di Tanah Luwu” Ia adalah keturunan langit, namun kakinya mencintai bumi. Kisahnya bukan hanya tentang perang antar pulau, tapi juga tentang bagaimana sebuah takdir besar ditulis oleh aksara-aksara kecil di jantung lontar.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.