Panggung Baca Puisi Tema Bahari dan Kepulauan, Mempesona! Senin, 10 November 2025 di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Fokus sastra di Kepulauan Riau hari ini adalah perayaan identitas maritim melalui puisi.

  • Apa (What): Panggung pembacaan puisi terbuka bertajuk “Sajak Rindu di Selat Malaka,” yang menampilkan karya-karya bertema bahari, pelayaran, dan sejarah Melayu.
  • Kapan (When): Senin, 10 November 2025, malam hari.
  • Di Mana (Where): Tepi Laut, Anjung Cahaya, Tanjungpinang.
  • Siapa (Who): Komunitas Sastra Pulau Penyengat, dihadiri oleh pelajar dan nelayan lokal.
  • Mengapa (Why): Untuk melestarikan tradisi lisan dan sastra Melayu yang berpusat pada laut, serta mengenang tokoh-tokoh sastra seperti Raja Ali Haji (SEO Kuat: Sastra Melayu Riau, Puisi Bahari Tanjungpinang, Komunitas Sastra Pulau Penyengat).
  • Bagaimana (How): Pembacaan puisi diiringi instrumen musik tradisional Melayu dan tabuhan kompang, menciptakan suasana melankolis dan heroik khas kepulauan.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan: Menguatkan identitas budaya Melayu Kepulauan Riau melalui sastra, dan mendekatkan puisi kepada masyarakat umum, khususnya yang berprofesi di laut.

Manfaat: Membuka ruang apresiasi sastra di ruang publik, mendorong penulisan puisi yang mengangkat kearifan lokal maritim, dan menjaga tradisi panggung seni lisan.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Judul Puisi Paling Dikenang: “Dendang Nelayan Tua” Penggalan Puisi:

Ombak ini adalah darahku, Layar yang koyak adalah harapanku. Bukan harta, tapi cerita yang kubawa, Dari karang dan badai di Malaka.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.