Simposium Internasional Sastra Lisan Toraja, Indah Banget! Senin, 10 November 2025 di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Peristiwa sastra yang paling menonjol di Sulawesi adalah fokus pada pelestarian tradisi lisan Toraja.

  • Apa (What): Simposium Internasional dan performance Sastra Lisan yang mengangkat tema “Passimbang dan Badong: Warisan Lisan Toraja di Era Digital.”
  • Kapan (When): Senin, 10 November 2025, full-day event.
  • Di Mana (Where): Tongkonan Adat, Rantepao, Tana Toraja.
  • Siapa (Who): Para To’ Minaa (pemuka adat Toraja), akademisi dari Indonesia dan Eropa, serta Balai Pelestarian Nilai Budaya.
  • Mengapa (Why): Untuk mendokumentasikan secara ilmiah dan mempromosikan sastra lisan Toraja yang terancam punah agar diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia (SEO Kuat: Sastra Lisan Toraja, Passimbang Badong, Warisan Budaya Sulawesi, Simposium Sastra Toraja).
  • Bagaimana (How): Simposium diawali dengan ritual adat, dilanjutkan presentasi ilmiah dan demonstrasi langsung Badong (nyanyian duka) dan Passimbang (puisi lisan Toraja).

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan: Memastikan keberlanjutan tradisi sastra lisan Toraja dengan melibatkan generasi muda dan teknologi digital dalam proses pelestariannya.

Manfaat: Menciptakan basis data digital sastra lisan, meningkatkan kesadaran lokal akan pentingnya warisan budaya, dan menghasilkan penelitian akademik tentang nilai filosofis di balik tradisi lisan.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Judul Sastra Lisan Utama: Badong (Nyanyian Kematian) dan Passimbang (Puisi Puji-pujian). Inti Sastra: Berisi tentang silsilah leluhur, kisah kepahlawanan, dan ritual kehidupan hingga kematian, disampaikan dengan irama dan metrum khas yang dihafal secara turun-temurun.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.