Peluncuran Buku Cerpen Maritim: ‘Gelombang di Jantung Melayu’, Menawan! 16 November 2025 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Kekuatan maritim Melayu diangkat menjadi fokus utama dalam kegiatan sastra yang terjadi hari ini di Pulau Bintan. Acara ini berhasil menarik perhatian karena isu-isu kelautan yang diangkat dalam karya sastra.

Rangkuman Berita Sastra Maritim (5W+1H)

  1. What (Apa): Peluncuran dan diskusi buku antologi Cerpen Maritim bertajuk “Gelombang di Jantung Melayu.”

  2. When (Kapan): Pagi hari, 16 November 2025, diikuti dengan kunjungan ke Kampung Bugis.

  3. Where (Di Mana): Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

  4. Why (Mengapa): Untuk mengangkat Sastra Indonesia bertema kelautan dan memperkuat identitas Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang kental dengan budaya bahari.

  5. Who (Siapa): Dihadiri oleh sastrawan nasional dan lokal, tokoh adat, serta perwakilan Badan Bahasa Provinsi.

  6. How (Bagaimana): Karya-karya cerpen tersebut diulas oleh kritikus dan dibacakan di tepi pantai, video pembacaan tersebut kemudian menjadi viral karena latar belakangnya yang indah dan kontekstual.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan utama kegiatan ini adalah menghidupkan kembali tradisi sastra bahari yang pernah kuat di masa Raja Ali Haji, serta mendorong penulis muda untuk mengangkat kisah-kisah nelayan dan laut dalam karya mereka.

Manfaatnya adalah memperkaya tema Sastra Indonesia, menumbuhkan rasa cinta terhadap laut, dan memberikan perspektif baru tentang kehidupan masyarakat pesisir di Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.

Karya Sastra yang Ditampilkan (Cerpen)

Kutipan Cerpen yang paling banyak dibicarakan:

“Laut di Selat Malaka ini bukan sekadar air asin; ia adalah memori kolektif kami. Setiap perahu yang berlayar membawa puisi sunyi. Dulu, ia membawa rempah. Kini, ia membawa harapan. Dan di balik karang Pulau Penyengat, aksara Melayu tak pernah kering ditelan gelombang.”

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.