Sastra dalam Berita
Parade Puisi Angin Mammiri menjadi event sastra paling dinamis dan viral di Sulawesi hari ini. Acara ini menggabungkan semangat lokal Bugis-Makassar dengan ekspresi puisi kontemporer yang progresif.
Rangkuman Berita Sastra Sulawesi (5W+1H)
-
What (Apa): Parade Pembacaan Puisi Kontemporer yang berlangsung maraton oleh puluhan penyair.
-
When (Kapan): Sore hingga malam hari, 16 November 2025, memanfaatkan keramaian akhir pekan.
-
Where (Di Mana): Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
-
Why (Mengapa): Sebagai upaya demokratisasi sastra, membawa puisi keluar dari ruang tertutup ke ruang publik yang mudah diakses.
-
Who (Siapa): Digelar oleh Forum Sastra Makassar (FSM), diikuti oleh penyair dari berbagai wilayah Sulawesi.
-
How (Bagaimana): Acara ini viral karena melibatkan instalasi seni berlatar matahari terbenam Losari, yang diunggah oleh banyak influencer lokal.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
Tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan sastra di tengah masyarakat (sastra jalanan) dan memantik diskusi kritis mengenai isu sosial dan lingkungan yang dihadapi Sulawesi saat ini.
Manfaatnya adalah menjadikan Pantai Losari tidak hanya sebagai tempat wisata kuliner, tetapi juga pusat aktivitas literasi, serta memberikan wadah bagi ekspresi sastra kontemporer di timur Indonesia.
Karya Sastra yang Ditampilkan (Puisi Kontemporer)
Salah satu puisi yang dibacakan, bertema modernitas dan tradisi:
Di Bawah Ombak Losari
Kota ini dibangun dari keringat dan Lontara. Kaca-kaca gedung mencakar langit yang dulu biru. Angin mammiri kini membawa debu kota, bukan lagi aroma laut yang murni. Tapi aksara, aksara tetap keras kepala, ia berdiri tegak, tak mau menjadi patung.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

