Sastra dalam Berita
Di destinasi wisata super prioritas, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini diselenggarakan “Simposium Puisi Senja di Tengah Laut”.
Acara ini melibatkan puluhan penyair nasional dan internasional yang berlayar dengan kapal Phinisi, membacakan puisi di tengah laut saat matahari terbenam. Pemandangan alam yang spektakuler dan puisi filosofis menciptakan momen yang sangat viral di media sosial.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra:
Tujuan utama adalah mengintegrasikan sastra dengan pariwisata berkelanjutan dan menghadirkan sastra dalam ruang yang tidak konvensional. Manfaatnya adalah meningkatkan profil NTT sebagai destinasi sastra dan menghasilkan karya-karya puisi baru yang terinspirasi langsung dari keunikan ekosistem dan lanskap kepulauan ini.
Karya Sastra yang Ditampilkan:
Puisi fiktif yang paling banyak dikutip saat pembacaan (fiksi):
“Epilog Perahu di Timur”
Senja di Flores adalah luka yang merah, Mengapa kita takut pada gelapnya sejarah? Di sini, layar Phinisi adalah metafora rindu, Dan setiap gelombang membawa kabar, dari batu ke kalbu.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

