Lomba Menulis Flash Fiction Sumpah Pemuda Keren! Senin, 8 Desember 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Rangkuman Berita Sastra Viral (5W+1H)

Apa (What): Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Flash Fiction Nasional bertema semangat Sumpah Pemuda dan persatuan di wilayah perbatasan (Kalimantan Barat).

Kapan (When): Acara penyerahan hadiah dan pembacaan cerpen pemenang dilakukan hari ini, Senin, 8 Desember 2025, di awal minggu kerja.

Di mana (Where): Kegiatan dipusatkan di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura (UNTAN), Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Mengapa (Why): Tujuannya adalah menumbuhkan semangat nasionalisme melalui sastra pendek (yang cepat dibaca) dan menyoroti isu-isu kebangsaan di wilayah perbatasan.

Siapa (Who): Lomba ini diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Pontianak bekerja sama dengan akademisi UNTAN dan diikuti oleh ribuan peserta daring se-Indonesia.

Bagaimana (How): Cerpen pemenang (yang harus kurang dari 300 kata) dibacakan langsung oleh Rektor UNTAN di hadapan peserta, menarik perhatian karena isu perbatasan yang diangkat sangat kontekstual.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan utama kegiatan ini adalah menghidupkan Sastra Pendek (Micro-Sastra) sebagai alat penyebar pesan moral dan nasionalisme. Manfaatnya:

  • Sastra Perbatasan SEO: Lomba ini menjadi viral nasional, meningkatkan pencarian (SEO) untuk “Flash Fiction Sumpah Pemuda” dan “Sastra Perbatasan Kalbar”.

  • Efisiensi Bahasa: Melatih penulis untuk menyampaikan pesan kompleks secara ringkas dan efektif.

  • Branding Lokal: Memposisikan Pontianak sebagai pusat diskusi sastra kebangsaan.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Kutipan dari Flash Fiction pemenang berjudul “Garis Batas Kita”:

Aku berdiri di titik nol, di mana peta hanyalah garis tinta. Sumpah itu bukan diucapkan di Jakarta, tapi di denyut jantung yang sama. Bahasa kami memang berbeda, tapi diksi kami tetap satu: Merah Putih. Di perbatasan ini, bukan bendera yang kami pertaruhkan, tapi kalimat terakhir dari setiap janji yang tak boleh dikhianati.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.