Sastra dalam Berita
AMBON, Maluku – Kegiatan sastra kolaboratif yang sarat akan kearifan lokal kepulauan hari ini memukau publik. Kolaborasi Sastra dan Musik Tradisi ‘Lagu Senja di Banda Naira’ menampilkan pembacaan puisi Maluku yang diiringi oleh musik totobuang dan tifa, menciptakan harmoni yang magis.
| Aspek Jurnalistik | Detail |
| What (Apa) | Kolaborasi Sastra (Puisi dan Cerita Rakyat) dengan Musik Tradisi Kepulauan (Totobuang/Tifa). |
| Who (Siapa) | Sanggar Sastra Lautan Timur, menampilkan penyair dari Ambon, Ternate, dan Nusa Tenggara Timur. |
| When (Kapan) | Kamis, 11 Desember 2025, malam hari. |
| Where (Di Mana) | Benteng Victoria, Ambon. |
| Why (Mengapa Viral) | Viral karena berhasil membangkitkan rasa nasionalisme dan kebanggaan lokal melalui narasi sejarah rempah dan diaspora Maluku, dikemas dengan aransemen musik yang unik. |
| How (Bagaimana) | Acara yang diselenggarakan di lokasi bersejarah (Benteng) memberikan nuansa dramatis. Cuplikan video yang menampilkan instrumen tradisional menjadi perhatian warganet. |
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga dan mewariskan sastra lisan dan musik tradisi Maluku kepada generasi muda, serta memperkuat identitas budaya kepulauan melalui seni. Manfaatnya, acara ini menjadi daya tarik wisata budaya dan menciptakan kesadaran akan pentingnya sejarah masa lalu kepulauan (seperti Banda Naira) bagi identitas Indonesia.
Karya Sastra yang Ditampilkan (Puisi)
Judul Puisi: Nyanyian Tifa untuk Senja Banda
Karya: (Anonim, Terinspirasi dari Pagelaran)
Seribu pohon pala telah tumbuh, seribu kapal telah berlayar.
Banda Naira, di mana rempah adalah darah, dan air mata adalah samudra.
Tifa berdentum, bukan lagi perang, melainkan rindu.
Menyambut senja yang sama, yang dahulu disaksikan oleh pelaut VOC.
Kami adalah anak-anak timur, pewaris lagu sunyi.
Di setiap biji pala, ada cerita yang harus dideklamasi.
Ambon, kau jantung yang berdetak di dada nusantara.
Dan sastra kami, adalah detak yang tak pernah mati.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

